Berbagi Sebening Hati

Showing posts with label Artikel Populer. Show all posts
Showing posts with label Artikel Populer. Show all posts

Friday, 3 June 2016

Termasuk Kelompok Mana Bentuk Wajah Anda: Teroris, Fedofil, atau Koruptor?



Bisakah Anda menentukan seseorang sebagai penjahat seperti teroris, pedofil, atau koruptor dari tengah kerumunan orang? Di situs resmi perusahaan teknologi Israel, Faception,  mengatakan bentuk wajah dapat digunakan untuk memprediksi kepribadian dan perilaku seseorang.

Klaim ini didasari pada kombinasi dari dua hal berikut:
1. Dipengaruhi oleh gen.
Gen dikatakan memainkan peran lebih besar dalam menentukan ciri-ciri kepribadian seseorang seperti keterampilan dan kemampuan sosial ketimbang cara dia dibesarkan oleh orang tua, peneliti mengklaim.

Para peneliti dari Universitas Edinburgh mempelajari lebih dari 800 pasangan kembar identik dan non-identik untuk mengetahui apakah gen memiliki efek lebih besar membuat orang-orang sukses dalam hidup. Ditulis dalam Journal of Personality, para peneliti menemukan bahwa kembar identik dua kali lebih mungkin memiliki ciri-ciri kepribadian yang sama dari pada kembar non-identik. Itu menunjukkan bahwa karakter manusia sangat ditentukan oleh DNA.

2. Wajah adalah refleksi dari DNA kita.
Para peneliti telah mengidentifikasi lima gen yang membentuk wajah seseorang. Para peneliti sebelumnya menyadari bahwa genetika memainkan peran besar dalam menentukan bentuk wajah, setelah menemukan kembar identik berbagi DNA. Namun, hanya sedikit yang diketahui tentang kira-kira gen mana yang terlibat. Tiga gen dianggap memiliki peran dalam susunan fitur wajah, dan penelitian terbaru menegaskan keterlibatan gen-gen tersebut.

Dari percobaan yang dilakukan terhadap tikus, para peneliti mengidentifikasi ribuan daerah kecil DNA yang mempengaruhi perkembangan fitur wajah. Para peneliti mengatakan bahwa meskipun uji coba dilakukan pada hewan, wajah manusia adalah mungkin berkembang dengan cara yang sama. Bahkan, temuan diklaim sudah sangat mungkin menghasilkan beberapa kesimpulan tentang penampilan tersangka kejahatan dari DNA mereka sendiri.

Atas dua prinsip itulah Faception mengklaim dapat mengidentifikasi teroris hanya dengan mengidentifikasi wajah. Perusahaan sebagaimana dilansir dari laman Mirror, 25 Mei 2016, menggunakan 15 klasifikasi untuk menganalisis rincian wajah yang tidak dapat terdeteksi dengan mata telanjang, bahkan dengan tingkat akurasi 80 persen.

"Kami memahami manusia jauh lebih baik daripada manusia saling memahami," kata kepala eksekutif Faception Shai Gilboa. "Kepribadian kita ditentukan oleh DNA dan tercermin di wajah kita. Ini semacam sinyal."

Faception mengatakan teknologi tersebut telah sukses mengidentifikasi sembilan dari 11 tersangka teror Paris, tanpa diberi informasi apapun tentang keterlibatan mereka.

Teknologi ini tidak hanya dapat digunakan untuk mengidentifikasi teroris tetapi juga pedofil, jenius, penjudi (pemain poker) dan penjahat kerah putih.

Berikut adalah 8 dari 15 klasifikasi yang ditetapkan Faception untuk menentukan karakter seseorang:

Orang berkualitas unggul
Diberkahi dengan keterampilan penalaran, seperti logika, keterampilan spasial. Orang-orang ini bisa menghasilkan sesuatu sendiri, pemikir bebas dan pengusaha. Sangat berbakat, cenderung berorientasi kurang sosial, memegang teguh nilai kebenaran, dan berorientasi pada fakta dan logika lebih dari hubungan emosional. Mereka juga kreatif dan berpikiran independen, dengan kemampuan konsentrasi yang luar biasa, memiliki intelektualitas tinggi dan kapasitas mental yang memadai

Peneliti akademik
Diberkahi dengan pemikiran runut, kemampuan analisis yang tinggi, banyak ide, pemikiran yang mendalam dan serius. Kreatif, dengan kemampuan konsentrasi tinggi, kapasitas mental kuat, dansangat bergantung pada data dan informasi.

Pemain Poker Profesional
Diberkahi dengan kemampuan konsentrasi yang tinggi, ketekunan dan kesabaran. Berorientasi pada tujuan, analitis, dengan rasa humor yang kering. Diam, tanpa emosi dan ekspresi emosional. Berpikiran tajam, dengan persepsi kritis yang tinggi.

Pemain Bingo
Diberkahi dengan mental yang sangat kuat, konsentrasi tinggi, berjiwa petualang, dan kemampuan analisis yang kuat. Cenderung kreatif, dengan orisinalitas tinggi dan imajinasi, dan memiliki indera yang tajam.

Promotor Merek
Diberkahi dengan kepercayaan diri tinggi, kepribadian yang berwibawa, karismatik dan magnetik. Memiliki kecerdasan an kemampuan verbal yang tinggi. Cenderung untuk bersikap baik, ramah, langsung dan sangat praktis.

Penjahat Kerah Putih (antara lain koruptor, penggemplang pajak)
Cenderung memiliki harga diri yang rendah, IQ yang tinggi dan karisma. Sering cemas, tegang dan frustrasi, namun kompetitif, ambisius dan dominan. Biasanya suka mengambil risiko dan memiliki rasa humor yang kering.

Teroris
Cenderung agresif, aktif, mencari sensasi, kejam dan keadaan psikologis yang tidak seimbang. Biasanya menderita perubahan suasana hati, rasa rendah diri dan tidak tenang.

Pedofil
Menderita tingkat tinggi kecemasan dan depresi. Introvert, tidak memiliki emosi, sangat berhitung, cenderung pesimis, rendah diri, dan suasana hati yang terus berubah-ubah.

Sumber: Tempo.co
Share:

Wednesday, 1 June 2016

Bila Anak Anda Jadi Korban Kekerasan Seksual



Sebagai orang tua yang memiliki anak perempuan, atau lelaki sekalipun, sekarang ini bisa jadi sering merasa cemas dan khawatir kalau suatu saat anak kita menjadi korban kekerasan seksual. Baik sekedar berupa pelecehan, maupun – Na’udzubillah, pemerkosaan yang diakhiri dengan  penghilangan nyawa korban. Apalagi di media – televisi dan koran, saban hari selalu saja ada pemberitaan terkait tindak kejahatan yang satu ini.

Kejahatan dalam mengumbar nafsu berahi tidak hanya dilakukan oleh mereka yang memang telah memiliki stigma buruk dalam hidup kesehariannya, orang yang di mata masyarakat sebagai sosok panutan, atau keluarga dekat sekalipun suatu saat tanpa disangka-sangka bisa saja berubah menjadi seorang maniak yang membabi-buta mengumbar nafsu syahwatnya dengan cara sadis dan di luar kewajaran.

Seperti yang terjadi baru-baru ini di daerah saya, seorang ibu dari kampung sebelah melaporkan kejadian yang menimpa anak gadisnya pada polisi. Berdasarkan pengaduannya, anak gadisnya telah dijadikan ‘model’ video esek-esek dengan cara-cara yang biadab oleh teman-teman prianya. Dan video itu belakangan ini telah beredar luas melalui telpon seluler (HP).

Konon setelah dilakukan penyidikan oleh pihak yang berwajib, ABG siswi sebuah SMA itu selama ini menjalin hubungan khusus dengan teman satu sekolahnya. Keduanya berpacaran sampai suatu saat terjadilah hubungan intim di tempat teman prianya itu.

Tanpa dinyana, hubungan intim ABG berlainan jenis itu ternyata diabadikan melalui HP oleh beberapa orang teman prianya tanpa diketahui anak perempuan itu.dan setelah hubungan intim kedua sejoli itu selesai, teman-teman pria dari kekasih si gadis pun muncul dari persembunyiannya sambil memperlihatkan hasil rekaman yang baru saja terjadi

Betapa kagetnya si gadis, sedangkan teman prianya hanya senyam-senyum saja. Karena berdasarkan pengakuannya kemudian di depan pihak kepolisian, hal itu telah direncanakan memang bersama ‘geng’-nya itu. Dan si gadis lebih terperanjat lagi tatkala teman-teman pacarnya meminta ‘jatah’ seperti yang telah dilakukan barusan bersama pacarnya tersebut. Apabila tidak mau, mereka mengancam bahwa hasil rekaman tadi akan diedarkan.

Apa boleh buat. Dengan terpaksa si gadis pun melayani hasrat bejat mereka. Yang penting kelakuannya tidak diketahui khalayak ramai. Akan tetapi harapan si gadis tidaklah seperti yang dijanjikan semula. Belakangan rekaman itu telah beredar luas. Hingga ibu si gadis pun ahirnya mengetahuinya pula

Dari kejadian itu, ibu si gadis itu pun ahirnya mengaku kalau selama ini dirinya kurang melakukan kontrol terhadap ananknya. Dirinya kadung percaya kalau anak gadisnya dianggap sudah dewasa, dan sudah mampu menjaga diri.

Begitulah. Ragam kejahatan seperti itu tidak menutup kemungkinan bisa saja menimpa anak kita juga. apabila hal seperti itu terjadi, sebagai orang tua kita sudah tentu merasa terpukul – seperti ibu si gadis itu. Betapa nama baik keluarga pun menjadi tercoreng hitam. Apalagi kondisi masyarakat kita yang masih mudah memberi stigma buruk terhadap korban. ***

Pernah Dimuat di Kompasiana


Share:

Friday, 29 April 2016

Kisah Putri Basoeki Abdullah Ketemu Nyi Roro Kidul

Cicilia Sidhawati, putri kedua pelukis Basoeki Abdullah, membeberkan pengalamannya  sudah terjadi lebih dari 30 tahun lalu.  Kata perempuan berusia 42 tahun ini, pengalaman pribadinya itu belum pernah ia ungkapkan kepada media massa. 


“Hanya saya ceritakan ke teman-teman saja. Itu pun karena terpancing setelah mendengar cerita mistis mereka,” kata Cicilia saat ditemui di Museum Basoeki Abdullah, Selasa 27 Januari 2015 lalu.


Ceritanya,  ketika masih duduk di bangku sekolah dasar, ia diajak ayah dan ibunya, Nataya Nareerat, menginap di Hotel Samudra Beach (kini Inna Samudra Beach) di Pelabuhan Ratu, Jawa Barat. Dia mengaku lupa kapan waktu persis kejadian ini. Ketika ayah dan ibunya sedang berada di meja penerima tamu untuk check-in, Cicilia yang sedang bermain di sekitar lobi didatangi seorang perempuan.


“Cantik sekali, ayu khas Indonesia, kulitnya putih, rambutnya panjang dan memakai syal hijau,” ujar Cicilia mendeskripsikan sosok perempuan tersebut. Yang membuat Cicilia heran, perempuan itu tidak takut mengenakan syal berwaran hijau. Padahal, dia dan semua anggota keluarga dan rombongan yang datang ke hotel itu dilarang keras mengenakan pakaian berwarna hijau.
“Perempuan itu bertanya, 'Bapakmu mana?',” kata Cicilia menirukan perempuan itu yang bertutur dengan logat Jawa yang kental. Tanpa menjawab, Cicilia berlari ke arah ayahnya untuk memberitahukan kalau ada yang mencari. Tapi, belum selesai Cicilia mengatakan kepada Daddy---panggilan sayang Cicilia untuk Basoeki Abdullah---perempuan tersebut telah menghilang.  “Daddy sih sudah paham kalau itu Ratu Kidul yang sudah menanti kedatangannya,” ujar Cicilia.

Kedatangan Basoeki Abdullah ke hotel yang pembangunannya bersamaan dengan Hotel Indonesia itu memang untuk melukis Nyai Roro Kidul atau Ratu Kidul penguasa Laut Selatan. “Daddy memang mengatakan mau melukis Ratu Kidul. Dalam bayangan saya yang masih anak-anak waktu itu, Ratu Kidul itu semacam dewi laut, yang pasti bukan berwujud manusia,” kata perempuan kelahiran Bangkok, 13 Oktober 1972 ini.

Cicilia mengaku melihat ayahnya keluar dari kamar tempat mereka menginap dan menuju kamar nomor 308 yang dipercaya sebagai kamar yang dihuni Ratu Kidul “Saya kan mau tahu jadi saya ikut saja Daddy keluar, tapi ibu saya melarang karena sudah tengah malam. Tapi saya sempat melihat Daddy sujud di depan pintu kamar itu, bukannya mengetuk pintu,” ujarnya.

Ia mengatakan tidak tahu lagi apa yang dilakukan ayahnya di dalam kamar 308 itu. “Yang pasti setelah itu Daddy kembali ke kamar dan langsung melukis. Cepat sekali selesainya dan perempuan yang ada di lukisan itu, ya perempuan yang menemui saya di lobi tadi,” ujar Cicilia sambil mengusap lengannya. “Nih, saya masih merinding, lho,” dia menambahkan...


Share:

Naik Haji Berkali-kali Pengabdi Setan!


Inna lillahi wa inna ilaihi raji'uun... Imam Besar Masjid Istiqlal KH Ali Mustafa Yaqub telah meninggal dunia . Beliau dikenal sebagai ulama besar yang kritis menjaga nilai-nilai Keislaman.

Salah satu kekritisannya adalah mengkritik orang yang naik haji dan umroh berkali-kali. KH Ali Mustafa heran mereka mencontoh siapa? Dia juga mengkritik para ustaz yang menjual program umroh dan naik haji berkali-kali. Menurutnya itu hanya konsumerisme, bukan lagi ibadah. Rasulullah tak pernah mencontohkan hal itu.

"Saat saya berkunjung ke masjid Sunda Kelapa pada Ramadan, ada orang mendekati saya dan bilang, "Pak Ustad, saya baru pulang dari Makkah." Saya langsung balas, "Saya tidak tanya." Dikira ke Makkah saat Ramadan itu bagus. Kalau itu bagus, Rasulullah akan mencontohkan itu. Bila perlu setiap hari akan umrah, bila itu bagus. Yang dicontohkan Rasul justru berinfak sebanyak-banyaknya. Hingga kemudian infak itu dibelokkan ke perilaku konsumtif. Akhirnya yang menonjol konsumtifnya, bukan infaknya. 

Simak wawancara yang pernah dilakukan merdeka.com dengan almarhum beberapa waktu lalu:

Saya kadang banyak mengecam. Saya menulis buku Haji Pengabdi Setan, maksudnya untuk orang berhaji ulang. Itu niatnya ikut siapa, sementara kondisi negara masih terpuruk. Indonesia kalau mengikuti indikator PBB, masih ada 117 juta orang miskin. Nabi berkata, "Tidak beriman orang pada malam perutnya kenyang, sedangkan tetangganya kelaparan." Berapa juta orang Indonesia masih kelaparan. 

Saya tanyakan kepada ustad-ustad yang merekomendasikan haji ulang atau umrah itu. Tidak bisa menjawab, malah dia larut dalam arus konsumerisme itu. Melihat hal ini, perlu ada revolusi moral. Saya kadang merasa sendirian dalam memberitahukan hal ini. Saya sering mengatakan berhaji ulang itu rugi. Saya katakan itu dilawan banyak kalangan dan bilang, "Berhaji kok rugi." 

Coba bandingkan biayanya itu untuk infak sebanyak-banyaknya. Padahal nanti itu jelas ganjarannya, surga bersama nabi. Kita menyantuni anak yatim, jaminannya surga bersama nabi dalam satu kompleks. Coba berhaji, itu kalau mabrur. Itu pun surganya kelas dek, kelas ekonomi.

Ini lebih kepada yang berhaji ulang. Menurut saya, itu bermasalah, sementara kewajibannya masih banyak. Kewajiban itu tidak hanya ibadah, kewajiban sosial juga banyak sekali. Tapi pura-pura buta saja. 

Siapa yang diikuti untuk berhaji ulang. Mana ada ayat Alquran dan hadis menyuruh berhaji ulang, sementara kewajiban sosial lain masih banyak. Mau mengikuti Rasulullah, sebutkan hadis yang menyatakan itu, tidak ada, maka kamu hanya mengikuti bisikan dan keinginan nafsu. Meski begitu masih banyak alasannya, ada yang bilang masih belum puas. Saya katakan, sejuta kali kamu berhaji, tetap kamu belum puas. Setan masuknya dari situ kok. Ada yang bilang masih belum sempurna, terus dan terus naik haji. Makanya itulah yang disebut sebagai haji pengabdi setan. 

Mulanya mendengar itu, banyak yang menentang, tapi setelah membaca dan memahami yang saya maksud, banyak juga yang mendukung. Opini itu pertama kali saya tulis di Majalah Gatra. Ada Kiai dari Jawa Timur dikasih orang untuk membaca itu dan berkomentar, "Ini apa-apaan, haji penyembah setan." Sama orang yang memberi opini itu disuruh baca buku saya tentang hal itu, dia bilang, "Pak Kiai, komentarnya nanti saja setelah baca buku ini." Setalah baca buku itu, dia langsung bilang, "Ini yang saya cari, ayo disalin seratus, bagi ke ulama-ulama Jawa Timur." 

Baca selengkapnya...
Share:

Tuesday, 26 April 2016

Benarkah Jati Diri Orang Sunda Identik dengan Si Kabayan?

SEORANG Jakob Sumardjo, budayawan Sunda kelahiran Klaten Jawa Tengah, dalam artikelnya yang pernah di muat dalam koran harian Pikiran Rakyat (5/01/2008) dengan judul Kabayan Sebagai Cerita Rakyat, menyebutkan tokoh Si Kabayan dalam cerita rakyat Jawa Barat bisa jadi simbol Sunda–air dan Sunda-gunung sekaligus, serta menjadi jati diri sunda secara budaya.

Dalam cerita rakyat Parahiyangan (nama lain dari tatar Sunda/Jawa Barat), tokoh Si Kabayan yang kerap disejajarkan dengan tokoh Abu Nawas dan Koja Nasrudin itu, digambarkan sebagai tokoh yang pintar-pintar bodoh. Maksudnya dari satu sisi begitu tampak kebodohannya, dan di sisi lain muncul pula kepintaran/kecerdasannya secara tidak diduga.

Misalnya saja kebodohan Si Kabayan dapat dilihat dalam kisah Si Kabayan Ngala Tutut . Karena airnya yang bening di sawah itu, sehingga bayang-bayang awan putih dan langit yang biru begitu jelas terlihat. Di mata Si Kabayan, sawah itu dilihatnya begitu dalam. Sehingga dia pun takut untuk turun. Dan tutut (Keong sawah) pun diambilnya dengan menggunakan ranting kayu.

Kebodohan si Kabayan, menurut Jakob Sumardjo, merupakan kebodohan yang merupakan simbolik rohani. Kita ini bodoh spiritual. Dalam hal ini bukan hanya jati diri Sunda, tetapi juga jati diri manusia sendiri.

Sementara pintarnya Si Kabayan, di dalam setiap kisahnya terkandung filosofi hidup yang memiliki bobot intelektual dan nilai sastera yang tinggi. Penuh dengan simbol kehidupan yang patut menjadi bahan perenungan. Hanya saja sayangnya, kita sebagai penikmat cerita rakyat itu cenderung  melihat dari sisi guguyonan (humor)-nya saja.

Sehingga lebih jauh Jakob Sumardjo menyebutkan,  bahwa tokoh Si Kabayan merupakan tokoh paradoks. Bodoh tapi pintar. Sebagaimana sikap hidup urang Sunda sendiri yang konon memiliki karakter ‘halus’, bukan kasar.  Kalau harus ‘kasar’, tetap ‘halus’. Tidak keras, tapi lembut. Tidak agresif, tapi diam.

Pada dasarnya, sikap hidup urang Sunda agak ganda dalam arti positif.  Paradoksal.

Akan tetapi masih relevankah pendapat Jakob itu untuk kondisi sekarang ini?

Seorang tokoh masyarakat Sunda, Ginanjar Kartasasmita, malah mengatakan kalau watak urang Sunda cenderung aing-aingan (Egois). Bila saja ada salah seorang yang tandang-makalangan ( maju untuk berjuang) demi kejayaan negeri, oleh yang lainnya diantep-karepkeun (dibiarkan), dan tak jarang ditertawakan. Bahkan sampai juga dijongklokeun (dijerumuskan).

Entahlah. Hal ini membutuhkan penelitian yang lebih dalam. Hanya yang jelas, mungkin saja bagi urang Sunda hidup ini serupa panggung sandiwara. Dalam sedih, ada tertawa. Dalam marah, ada pasrah. Dan untung saja tidak seperti film dari Boolywood sana, dalam kesedihan ada nyanyian yang dibarengi dengan tarian... ***
Share:

Monday, 25 April 2016

10 Fakta Menarik Tentang Tubuh Wanita

Menjadi wanita, adalah hal paling menyenangkan di dunia. Bersyukurlah telah terlahir ke dunia sebagai wanita, dunia tidak akan lengkap tanpa adanya wanita.
Kelemahlembutan, senyuman yang manis dan bersahaja, kerlingan mata, serta sifat yang manja, membuat dunia ini jauh lebih ramah dan lembut.
Dikenal sebagai makhluk yang indah, wanita punya keunikan sendiri yang terpancar lewat tubuhnya. Sudah tahukah Anda 10 fakta unik tentang tubuh Anda sendiri seperti dilansir glam.com berikut ini?
Fakta Wanita 1.
Klitoris adalah satu-satunya bagian tubuh wanita yang didesain hanya untuk mengalami rangsangan dan kenikmatan seksual, tanpa memiliki fungsi lainnya. Klitoris terdiri dari ratusan bahkan ribuan sel syaraf, dan jumlahnya dua kali lipat dibandingkan yang ada di dalam mr. P.
Fakta Wanita 2.
Selaput dara adalah membran tipis yang menutupi bagian miss V wanita. Selaput dara ini tidak hanya bisa robek karena hubungan seksual, namun juga karena jatuh, atau gerakan yang sangat ekstrim.
Mengapa pada saat malam pertama tidak selalu mengeluarkan darah?
Selaput dara yang robek kerap ditandai dengan adanya darah, namun selaput dara juga bisa elastis sehingga tidak akan terjadi perdarahan dalam penetrasi. Ilmuwan menyatakan bahwa selaput dara bukanlah tanda keperawanan yang mutlak, karena ia bisa robek dengan tanpa disebabkan penetrasi sekalipun.
Fakta Wanita 3.
Ternyata hamil itu tidak mudah ditentukan. Sekalipun seseorang berhubungan intim nyaris setiap hari, bila Anda tak tahu kapan hari tepat berovulasi, maka kecil kemungkinan sperma dapat membuahi sel telur. Menghitung hari kesuburan wanita, juga tidak dimulai dari hari terakhir haid, melainkan dari hari pertama menstruasi dimulai.
Fakta Wanita 4.
Rahim wanita sangatlah elastis. Saat tidak hamil, rahim berukuran kecil, setidaknya tiga inci. Namun, ketika sedang hamil, tepi luar rahim bisa mencapai tepi bawah tulang rusuk saat membawa janin di dalamnya.
Fakta Wanita 5.
Uniknya tubuh wanita adalah kemampuan menciptakan susu atau disebut juga Air Susu Ibu. Pria tidak bisa melakukan hal ini karena tubuhnya tidak dilengkapi dengan kelenjar susu. Kemampuan menyusui seorang wanita tidak ditentukan oleh ukuran payudara, karena sekalipun payudara berukuran kecil, tetap saja bisa menghasilkan ASI.
Fakta Wanita 6.
Wanita memiliki kemampuan mendengar yang berbeda dibandingkan pria. Menurut penelitian yang dilakukan Indiana University School of Medicine, pria hanya dapat mendengarkan dengan satu sisi otak saja, sedangkan wanita menggunakan keduanya. Inilah mengapa wanita disebut sebagai sosok pendengar yang jauh lebih baik ketimbang pria.
Fakta Wanita 7.

Di dalam tubuh wanita, bagian usus besarnya cenderung lebih panjang ketimbang pria. Hal ini diprediksi yang juga menyebabkan wanita jadi lebih mudah gemuk ketimbang pria. Wanita yang ingin berat badannya turun haruslah melakukan 1-2 kali pembuangan air besar setiap harinya.
Fakta Wanita 8.
Rambut kemaluan wanita akan tumbuh lebih panjang di saat musim dingin. Mereka kemudian tidak bertambah lebih panjang lagi karena cenderung akan mati dan rontok setelah tiga minggu lamanya.
Fakta Wanita 9.
Di musim panas, gairah wanita jauh lebih meningkat. Penulis sains Patricia Barnes, mengatakan bahwa wanita mudah sekali terangsang oleh wewangian seperti lavender, mawar dan mint yang akan membawa keluar perasaan manis dan meningkatkan libido seksual.
Fakta Wanita 10.
Bicara soal garis keturunan, secara ajaib DNA dari nenek moyang Anda akan terbawa terus menerus hingga setiap keturunan Anda. DNA ini selain merupakan identitas juga membawa beberapa hal yang bisa diturunkan secara genetik.
Hmm... ternyata sekalipun menjadi wanita bukan berarti semua hal sudah Anda ketahui ya. Mari tingkatkan pengetahuan terhadap diri Anda sehingga bisa memaksimalkan kecantikan dan kesehatan Anda.


Share:

Gerakan 30 September: Dari Menteng ke Pusaran Kekuasaan


PERISTIWA 42 tahun lalu itu tetap saja masih menjadi tanda tanya keluarga besar Aidit: apa sebenarnya peran Aidit dalam peristiwa Gerakan 30 September 1965 itu? Peran Aidit dalam "kup" 30 September 1965 memang masih misteri. Sejumlah sejarawan, juga sejumlah kalangan militer, yakin PKI dalang penculikan dan pembunuhan tujuh jenderal Angkatan Darat. Karena PKI terlibat, maka Aidit pun, sebagai Ketua Committee Central, dituding sebagai otaknya.

Murad Aidit, adik kandung Aidit, berkisah. Pada "malam berdarah" itu tak ada tanda-tanda atau kesibukan khusus di rumah Aidit. "Malah saya dipesan mematikan lampu," kata Murad. Menjelang "peristiwa Gerakan 30 September" itu, Murad memang menginap di rumah Aidit di Pegangsaan Barat, Jakarta Pusat. Rumah Aidit sepi. "Sampai sekarang saya lebih bisa menerima tragedi itu karena ada pengkhianat dalam tubuh PKI," katanya. Dia tidak yakin abangnya yang memerintahkan pembunuhan para jenderal.

Aidit mengawali "karier politiknya" dari Asrama Menteng 31, asrama yang dikenal sebagai "sarang pemuda garis keras" pada awal kemerdekaan. Di tempat ini berdiam, antara lain, Anak Marhaen Hanafi (pernah menjadi Duta Besar Republik Indonesia untuk Kuba), Adam Malik, dan Sayuti Melik (pengetik naskah Proklamasi). Para penghuni Menteng 31 sempat menculik Soekarno dan memaksa si Bung memproklamasikan kemerdekaan Indonesia-sesuatu yang kemudian ditolak Bung Karno. Di kelompok Menteng 31, Aidit sangat dekat dengan Wikana, seorang pemuda sosialis.

Aidit disebut-sebut juga berperan dalam pemberontakan PKI di Madiun pada 1948. Pascapemberontakan yang gagal itu, ia sempat dijebloskan ke penjara Wirogunan, Yogya. Ketika terjadi agresi Belanda, ia kabur dari penjara dan tinggal di Vietnam Utara. Tentang kepergiannya ke Vietnam ada pendapat lain. Ada yang menyebut bahwa sebenarnya ia hanya mondar-mandir Jakarta-Medan.

Yang pasti, pada pertengahan 1950, Aidit, yang saat itu berusia 27 tahun "muncul" lagi. Bersama M.H. Lukman, 30 tahun, Sudisman, 30 tahun, dan Njoto, 23 tahun, ia memindahkan kantor PKI dari Yogyakarta ke Jakarta. Bisa dibilang, dalam kurun waktu inilah karier politik Aidit sesungguhnya dimulai.

Momentum konsolidasi partai terjadi ketika meletus kerusuhan petani di Tanjung Morawa, Sumatera Utara, 6 Juni 1953. Kerusuhan yang digerakkan kader PKI itu menjatuhkan kabinet Wilopo. Kesuksesan ini memompa semangat baru ke tubuh partai tersebut.

Bersama "kelompok muda" partai, Aidit menyingkirkan tokoh-tokoh lama partai. Pada Kongres PKI 1954, pengurus PKI beralih ke generasi muda. Tokoh partai semacam Tan Ling Djie dan Alimin disingkirkan. Pada kongres itu, Aidit dikukuhkan menjadi Sekretaris Jenderal PKI. Aidit lantas meluncurkan dokumen perjuangan partai berjudul "Jalan Baru Yang Harus Ditempuh Untuk Memenangkan Revolusi".

Aidit juga membangun aliansi kekuatan dengan Partai Nasional Indonesia (PNI) untuk memperkuat PKI. PNI dipilih karena, selain sama-sama anti-Barat, juga ada figur Soekarno yang bisa dipakai mengatasi tekanan lawan-lawan politik mereka. Puncak kerja sama terjadi pada masa Sidik Djojosukarto memimpin PNI. Saat itu disepakati bahwa PNI tidak akan mengganggu PKI dalam rangka membangun partai.

Menurut Ganis Harsono, seorang diplomat senior Indonesia dalam otobiografinya, Cakrawala Politik Era Sukarno, strategi ini berhasil "menyandera" Bung Karno. Ada kesan bahwa Bung Karno berdiri di depan PKI, sekaligus memberi citra PKI pendukung revolusi Bung Karno dan Pancasila.

Kerja keras Aidit membuahkan hasil. Pada Pemilu 1955, PKI masuk "empat besar" setelah PNI, Masyumi, dan Nahdlatul Ulama. Di masa ini PKI menjadi partai komunis terbesar di negara non-komunis dan partai komunis terbesar ketiga di dunia setelah Rusia dan Cina.

PKI terus maju. Pada tahun itu juga partai ini menerbitkan dokumen perjuangan "Metode Kombinasi Tiga Bentuk Perjuangan". Bentuk pertama, perjuangan gerilya di desa-desa oleh kaum buruh dan petani. Kedua, perjuangan revolusioner oleh kaum buruh di kota-kota, terutama kaum buruh di bidang transportasi. Ketiga, pembinaan intensif di kalangan kekuatan bersenjata, yakni TNI.

Pada 1964, PKI membentuk Biro Khusus yang langsung dibawahi Aidit sebagai Ketua Committee Central PKI. Tugas biro ini mematangkan situasi untuk merebut kekuasaan dan infiltrasi ke tubuh TNI. Biro Chusus Central (demikian namanya) dipimpin Sjam Kamaruzzaman. Tak sampai setahun, Biro Chusus berhasil menyelusup ke dalam TNI, khususnya Angkatan Darat.

Pada Juli 1965, seiring dengan merebaknya kabar kesehatan Bung Karno memburuk, suhu politik Tanah Air makin panas pula. Sebuah berita dari dokter RRC yang merawat Presiden datang: Bung Karno akan lumpuh atau meninggal dunia. Di Jakarta bertiup rumor menyengat, muncul Dewan Jenderal yang hendak menggulingkan Bung Karno.

Dalam Buku Putih G-30-S/PKI yang diterbitkan Sekretariat Negara pada 1994, disebutkan bahwa Aidit kemudian menyatakan, gerakan merebut kekuasaan harus dimulai jika tak ingin didahului Dewan Jenderal. Gerakan itu dipimpinnya sendiri. Ada pun Sjam ditunjuk sebagai pemimpin pelaksana gerakan.

Saat diadili Mahkamah militer, Sjam mengaku dipanggil Aidit pada 12 Agustus 1965. Dalam pertemuan itu, ia diberi tahu bahwa Presiden sakit dan adanya kemungkinan Dewan Jenderal mengambil tindakan bila Bung Karno mangkat. Menurut Sjam, Aidit memerintahkan dia meninjau "kekuatan kita".

Sejak 6 September 1965, Sjam lantas menggelar rapat-rapat di rumahnya dan di rumah Kolonel A. Latief (Komandan Brigade Infanteri I Kodam Jaya). Di rapat ini hadir Letnan Kolonel Untung (Komandan Batalyon I Kawal Kehormatan Resimen Cakrabirawa) dan Mayor Udara Sudjono (Komandan Pasukan Pengawal Pangkalan Halim Perdanakusumah). Rapat terakhir, 29 September 1965, menyepakati gerakan dimulai 30 September 1965 dengan Untung sebagai pemimpinnya.

Dalam wawancara dengan majalah D&R, 5 April 1999, A. Latief menyatakan, Gerakan 30 September dirancang untuk menggagalkan upaya kup Dewan Jenderal. "Kami dengar ada pasukan di luar Jakarta yang didatangkan dalam rangka defile Hari Angkatan Bersenjata dengan senjata lengkap. Ini apa? Mau defile saja, kok, membawa peralatan berat," kata Latief. Karena merasa bakal terjadi sesuatu, para perwira tersebut, yang mengaku terlibat karena loyal pada Soekarno, memilih menjemput "anggota" Dewan Jenderal untuk dihadapkan ke Soekarno.

Menurut Latief gerakan itu diselewengkan oleh Sjam. "Rencananya akan dihadapkan hidup-hidup untuk men-clear-kan masalah, apakah memang benar ada Dewan Jenderal," katanya. Tapi, malam hari, saat pasukan Cakrabirawa pimpinan Letnan Dul Arief, anak buah Untung, akan berangkat menuju rumah para jenderal, tiba-tiba, ujar Latief, Sjam datang. "Bagaimana kalau para jenderal ini membangkang, menolak diajak menghadap Presiden," kata Dul Arief. Sjam menjawab, para jenderal ditangkap. Hidup atau mati.

Keesokan harinya, Dul Arief melaporkan kepada Latief dan Jenderal Soepardjo bahwa semua telah selesai. "Mula-mula mereka saya salami semua, tapi kemudian Dul Arief bilang semua jenderal mati. Saya betul-betul kaget, tidak begitu rencananya," kata Latief yang mengaku tidak kenal dengan Aidit.

Aidit sendiri belum pernah memberi pernyataan tentang hal ini. Ia ditangkap di Desa Sambeng, dekat Solo, Jawa Tengah, pada 22 November 1965 malam, dan esok paginya ditembak mati. Sebelum ditangkap pasukan pimpinan Kolonel Yasir Hadibroto, Aidit dikabarkan sempat membuat pengakuan sebanyak 50 lembar. Pengakuan itu jatuh ke Risuke Hayashi, koresponden koran berbahasa Inggris yang terbit di Tokyo, Asahi Evening News.

Menurut Asahi, Aidit mengaku sebagai penanggung jawab tertinggi peristiwa "30 September". Rencana pemberontakan itu sudah mendapat sokongan pejabat PKI lainnya serta pengurus organisasi rakyat di bawah PKI. Alasan pemberontakan, mereka tak puas dengan sistem yang ada. Rencana kup semula disepakati 1 Mei 1965, tetapi Lukman, Njoto, Sakirman dan Nyono-semuanya anggota Committee Central-menentang. Alasannya, persiapan belum selesai. Akhirnya, setelah berdiskusi dengan Letkol Untung dan sejumlah pengurus lain pada Juni 1965, disepakati mulai Juli 1965 pasukan Pemuda Rakyat dan Gerwani dikumpulkan di Pangkalan Halim Perdanakusumah.

Pertengahan Agustus, sekembalinya dari perjalanan ke Aljazair dan Peking, Aidit kembali melakukan pertemuan rahasia dengan Lukman, Njoto, Brigjen Soepardjo, dan Letkol Untung. PKI mendapat info bahwa tentara, atas perintah Menteri Panglima Angkatan Darat Jenderal Achmad Yani, akan memeriksa PKI karena dicurigai mempunyai senjata secara tidak sah. "Kami terpaksa mempercepat pelaksanaan coup d'etat," kata Aidit. Akhirnya, dipilih tanggal 30 September.

Dalam buku Bayang-bayang PKI yang disusun tim Institut Studi Arus Informasi (1999), diduga Aidit tahu adanya peristiwa G-30-S karena ia membentuk dua organisasi: PKI legal dan PKI Ilegal. Biro Chusus adalah badan PKI tidak resmi. Sjam bertugas mendekati tentara dan melaporkan hasilnya, khusus hanya kepada Aidit. Hanya, ternyata, tak semua "hasil" itu dilaporkan Sjam.

Tentang besarnya peran Aidit dalam peristiwa 30 September ditampik Soebandrio. Menurut bekas Wakil Perdana Menteri era Soekarno ini, G-30-S didalangi tentara dan PKI terseret lewat tangan Sjam. Alasan Soebandrio, sejak isu sakitnya Bung Karno merebak, Aidit termasuk yang tahu kabar tentang kesehatan Bung Karno itu bohong. Waktu itu, kata Soebandrio, Aidit membawa seorang dokter Cina yang tinggal di Kebayoran Baru. Soebandrio dan Leimena, yang juga dokter, ikut memeriksa Soekarno. Kesimpulan mereka sama: Bung Karno cuma masuk angin.

Soebandrio dalam memoarnya, Kesaksianku Tentang G-30-S, menyesalkan pengadilan yang tidak mengecek ulang kesaksian Sjam. Menurut Soebandrio, ada lima orang yang bisa ditanya: Bung Karno, Aidit, dokter Cina yang ia lupa namanya tersebut, Leimena, dan dirinya sendiri. Menurut Soebandrio, pada Agustus 1965 kelompok "bayangan Soeharto" (Ali Moertopo cs) sudah ingin secepatnya memukul PKI. Caranya, mereka melontarkan provokasi-provokasi untuk mendorong PKI mendahului memukul Angkatan Darat.

Njoto membantah pernyataan Aidit. Menurut Njoto, "Hubungan PKI dengan Gerakan 30 September dan pembunuhan Jenderal Angkatan Darat tidak ada. Saya tidak tahu apa pun, sampai-sampai sesudah terjadinya," katanya dalam wawancara dengan Asahi Evening News. Keterangan Njoto sama dengan komentar Oei Hai Djoen, mantan anggota Comite Central. "Kami semua tidak tahu apa yang terjadi," kata dia.

Presiden Soekarno sendiri menyatakan Gestok (Gerakan Satu Oktober)-demikian istilah Bung Karno-terjadi karena keblingernya pemimpin PKI, lihainya kekuatan Barat atau kekuatan Nekolim (Neo-Kolonialisme dan Imperialisme), serta adanya "oknum yang tidak benar".

Misteri memang masih melingkupi peristiwa ini. "Menurut kami, PKI memang terlibat, tapi terlibat seperti apa?" kata Murad. Setelah puluhan tahun tragedi itu berlalu, pertanyaan itu belum menemukan jawabannya. Setidaknya bagi Murad dan anggota keluarga Aidit yang lain.

Sumber
Share:

Tuesday, 19 April 2016

Wow, ABG Ini Pajang Foto Telanjang di Media Sosial


Belakangan ini di kampung saya dibuat heboh oleh foto telanjang – sungguh, tanpa selembar benang pun yang menempel di tubuh,  seorang ABG perempuan di beranda facebook miliknya. Foto selfie, atawa yang dijepret sendiri, dan terkesan narsis.

Sudah tentu bagi kaum pria yang memiliki libido tinggi, bila melihatnya akan mengundang rangsang. Sementara bagi para orang tua, hal seperti itu tentu saja mengundang kekhawatiran, dibarengi dengan perasaan miris yang tak terperi.

Sepertinya karena pengaruh budaya global juga ABG itu bersikap kebablasan, sementara orang tua yang dekat dengan dirinya, kemungkinan besar kurang kontrol terhadap sikap dan perilaku anaknya itu.

Selidik punya selidik, menurut informasi yang dapat dipercaya, konon foto selfie itu diunggah ke jejaring sosial oleh mantan pacar Si ABG itu sendiri. Pasalnya ABG tersebut, dengan nama inisial SAR, setelah putus hubungan dengan kekasihnya yang meng-upload fotonya, dikabarkan telah menjalin hubungan dengan pemuda lain. Bahkan konon tak lama lagi keduanya akan melangsungkan pernikahan.

Akan tetapi, terlepas dari kena bully mantan kekasihnya maupun bukan,  di mata masyarakat tetap saja mengundang tanggapan negatif. Buktinya setelah melihat foto selfie di akun facebook SAR, pemuda itu pun langsung memutuskan ikatan tali kasihnya.

Sehingga ahirnya SAR merana dibuatnya. Sudah diputuskan cinta-kasihnya, oleh warga sekitar pun dirinya seperti merasa dikucilkan pula.

Apa boleh buat. Meskipun tidak langsung, hukuman masyarakat, meskipun mungkin hanya berupa gunjingan dan lirikan mata sinis, dirasakan SAR dan keluarganya begitu berat. Oleh karena itu, alangkah baiknya dalam hidup bermasyarakat, juga bersosialisasi di jejaring sosial, apalagi di dalam hubungan pribadi, masing-masing  pihak, terutama kaum perempuan yang acapkali menjadi korban, mestinya mampu menahan diri, dan tetap menjunjung tinggi norma dan etika.

Karena jika sudah kebablasan seperti SAR tersebut, yang rugi toh diri sendiri. Tapi hal itu bukan berarti nasib SAR tidak dapat diubah. Kalau saja SAR masih memiliki niat yang kuat, untuk menjadi gadis baik-baik tentu saja, pintunya masih tetap terbuka.

Sungguh. Jika dibandingkan dengan seorang PSK yang jelas-jelas sudah tercebur ke lembah hitam, kalau suatu ketika dirinya berniat untuk bertobat, Tuhan akan tetap mengampuninya. Sedangkan SAR, hanya sekedar mepertontonkan foto selfie telanjang di jejaring sosial, bila dirinya ingin membersihkan dirinya, mengapa tidak memberikan klarifikasi. Coba jelaskan kepada khalayak dibarengi dengan permintaan maaf. Dan tidak sesekali untuk mengulanginya lagi. 

Begitu juga kiranya peran orang tua SAR sangat besar artinya, untuk membantu memulihkan mental anak gadisnya yang memang sedang down, tentu saja. Janganlah ayah maupun ibunya ikut-ikutan menghukum SAR. Lebih baik menyadari bila hal itu terjadi menimpa anak sendiri, tidak menutup kemungkinan karena kelemahan orang tua juga di dalam mengawasi anak sendiri...

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/arsudradjat/wooow-seorang-abg-pajang-foto-telanjang-di-jejaring-sosial_54f84a0ca33311855e8b4999

Ilustrasi
Share:

Tahun 2020 Diramalkan Indonesia Akan Hancur (?)


Seorang ahli metafisika, bernama Arkand Bodhana Zeshaprajna,   Doktor lulusan University of Metaphysics International Los Angeles, California, Amerika Serikat meramalkan bahwa di tahun 2020 Indonesia akan hancur, dan untuk menghindarinya diusulkan untuk diganti namanya menjadi Nusantara. Lengkapnya Viranegari Nusantara. "Di sana ada satu garis waktu, justru kita bisa lihat polaritas-polaritas negatif. Nah kita sudah melewati 2 fase negatif polarity, nanti kita lewati lagi satu, di 2014 sampai 2023 dengan puncak tahun 2020," kata Arkand.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/arsudradjat/diramalkan-tahun-2020-akan-hancur-haruskah-indonesia-berganti-nama_54f83cb0a333111c5f8b475f


Ilustrasi
Share:

Monday, 18 April 2016

Gunung Kemukus: Pesugihan Dengan Ritual Perzinahan


Sepertinya ritual sex di gunung Kemukus, Sragen, Jawa Tengah kembali menjadi buah bibir hingga mendunia setelah diangkat jurnalis asing, Patrick Abboud, dan disiarkan di stasiun televisi Australia, SBS dalam program Dateline di SBS One yang berjudul "Sex Mountain"One. Dan dikutip oleh situs berita Daily Mail.
Hal itu seakan membuka memori saya sendiri di tahun 1996. Ketika  saya bertugas di daerah Pantura, antara Karawang dengan Cirebon, tempat ‘keramat’ di Jawa Tengah itu secara tak sengaja terdengar. Kala itu muncul dari mulut seorang pemilik warung nasi langganan. Dan saat saya sedang menikmati makan siang, pemilik warung mengabarkan, katanya baru saja tadi ada sepasang laki-perempuan yang mampir untuk makan. Pemilik warung itu menguping pembicaraan pasangan itu berencana untuk pergi ziarah ke gunung Kemukus. Maksudnya agar mendapat berkah pesugihan.
Mendengar pesugihan, pemilik warungpun ikut nimbrung. Dia bertanya di mana letak gunung yang bisa mendatangkan kekayaan itu, dan bagaimana prosesinya. Setelah mendengar penjelasan dari pasangan tersebut, untuk sesaat – akunya, dia kaget bukan kepalang. Karena kalau ingin pergi ke sana (gunung Kemukus) jangan dengan suami atawa istri yang sah, tetapi harus dengan pria atawa perempuan lain. Di lokasi ziarah pasangan itu kalau memang ingin kaya, diwajibkan untuk bersanggama sebagaimana suami-istri.
Pemilik warung langganan kemudian bertanya kepada saya, bagaimana  pesugihan yang harus dilakoni dengan cara yang ‘menyimpang’ itu asal-mulanya. Sungguh. Mendengar pertanyaan itu paling tidak merupakan sebuah tantangan bagi saya. Dan bisa jadi juga pemilik warung langganan sedang mencoba untuk menguji wawasan saya.
Kalau tidak salah, di pertengahan tahun 70-an, saat masih duduk di bangku SMP saya  pernah membaca artikel tentang gunung Kemukus tersebut pada sebuah majalah mingguan yang sudah lama almarhum. Majalah yang biasa dibaca Ayah ketika itu.
Konon di abad 16 lalu seorang putra raja bernama Pangeran Samudra, jatuh cinta kepada ibu tirinya, bernama Dewi Ontrowulan, istri ayahnya sendiri. Di saat Pangeran Samudra dengan Dewi Ontrowulan itu sedang memadu asmara, tiba-tiba sang raja memergokinya. Dengan marahnya raja pun kemudian membunuh pasangan selingkuh itu. Namun sebelum menghembuskan nafas terahir, Dewi Ontrowulan berpesan bahwa, barangsiapa yang kelak mau memelihara petilasannya, maka akan mendapat berkah kekayaan. Asal mau melakukan hubungan suami-isteri dengan bukan pasangan yang sah.
Kalau dihitung-hitung, praktik pesugihan dengan prosesi melakukan hubungan suami-isteri di gunung Kemukus itu telah berlangsung sekitar lima Abad lamanya. Bisa jadi awal-mulanya kegiatan ritual itu dilakukan secara diam-diam, dan penuh dengan keyakinan yang beraroma  sakral-spiritual. Dan bisa jadi pula ketika itu beberapa di antara peziarah yang mengikuti pesan Dewi Ontrowulan, terkabulkan hajatnya. Sepulang berziarah, mereka pun mendadak kaya.
Kemudian kabar itupun beredar luas. Mulanya dari mulut ke mulut. Ditambah lagi dengan kenyataan, urusan kekayaan yang sekalipun dibalut keyakinan di luar nalar, dan berbingkai takhayul sekalipun bagi sebagian besar orang di Indonesia hingga sekarang masih kuat bertahan.
Ya. Meskipun para peziarah itu memiliki KTP yang di kolom agamanya tertulis: Islam, Kristen, Budha, Hindu, atau Kong Hu Cu, dan mereka pun sadar kalau praktik yang dilakukannya itu menyimpang dari ajaran agama yang dianutnya, namun toh tetap saja mereka dengan sukacita melakukannya.
Sungguh memprihatinkan memang. Apalagi belakangan ini konon bukan hanya peziarah saja yang lalu-lalang di sana. Para pekerja seks komersial pun ikut nimbrung mencari ‘berkah’ dan kesempatan. Maka memang benar, tidak menutup kemungkinan penyakit kelamin hingga virus HIV/AID akan ikut menyebar.
Lebih memprihatinkan lagi kalau pihak berwenang setempat, pemerintahan di Sragen, maupun Jawa Tengah terkesan tutup mata dengan adanya destinasi wisata ziarah yang ‘menyimpang’ ini. Sebagaimana dilihat dari aturan perundang-undangan (Praktik prostitusi), pendidikan, dan kesehatan. Apalagi jika digali lebih dalam lagi dari kacamata suatu agama...
Terlepas dari itu, saat ini gunung Kemukus ini sudah sampai mendunia. Lalu, apa kata dunia ?
Entahlah. ***

Dapat dilihat juga di Indonesiana
Share:

Sunday, 17 April 2016

Membandingkan Ani Yudhoyono dengan Iriana Joko Widodo: Modis dan Ndeso


Ibu Negara, atawa first lady adalah sebutan bagi istri resmi Presiden. Selain kerap mendampingi Presiden sendiri dalam kegiatan acara kenegaraan, juga biasanya merupakan istri pertama yang dinikahi secara sah. Sebagai catatan, mengapa dikatakan istri pertama, karena mengingat di antara keenam (Yang satu lagi ‘suami’ Presiden, yaitu Taufik Kiemas, suami Presiden Megawati. Pen.) Presiden di Indonesia ini ada di antaranya yang beristri lebih dari satu, alias berpoligami.
Sebagai first lady, sudah tentu istri Presiden itu pun tak ketinggalan mendapat perhatian yang hampir sama, bahkan terkadang porsinya lebih kurang hampir menyamai sang suami sendiri. Dan pernah diidukan juga seorang istri presiden ikut ‘merecoki’ masalah pemerintahan. Hal ini terjadi akibat dari dominasi sang istri di dalam rumah tangganya barangkali. Maka dalam hal ini bisa jadi sang Presidennya termasuk kelompok suami takut istri.
Bagaimanapun sudah wataknya perempuan yang cenderung mengundang banyak perhatian memang. Mulai dari sikap, penampilan, sampai tetek-bengek busana yang dikenakan. Apalagi jaman kiwari begitu bejubel pengamat mode busana, pengamat kecantikan, baik yang amatiran maupun profesional di indonesia ini. Sehingga tak syak lagi sang first lady pun menjadi obyek pengamatannya. Karena sebagai ibu negara, bisa jadi pula istri Presiden dianggap sebagai wakil seluruh kaum hawa di negaranya.
Oleh karena itu bila bicara ibu negara sepertinya tak akan ada habis-habisnya. Bak selebriti saja. Selama sang suami menjadi orang nomor satu di negaranya, maka istrinya pun akan mendapat sorotan mata rakyatnya. Seperti ibu Iriana Joko Widodo, di setiap kesempatan mendampingi Presiden Jokowi, Iriana kerap tampil apa adanya dengan balutan batik dan selendang sederhananya. Tak jarang ia juga hanya menggunakan kemeja putih seperti yang dilakukan suaminya.
Sebetulnya cara berpenampilan Iriana seperti itu bukan cuma kali ini saja. Konon saat penampilan demikian dilakukannya sejak suaminya masih menjabat sebagai Wali Kota Solo, Jawa Tengah. Sebab itulah yang membuat Jokowi terpesona kepadanya.
"Dia sederhana dan ndeso banget," kata Jokowi suatu ketika
Soal sikap dan penampilan Iriana tersebut, bila dibandingkan dengan mantan first lady yang digantikannya, ibu Ani Yudhoyono, sepertinya sangat kontras. Betapa tidak, terbukti saat mendampingi Presiden SBY dalam berbagai kesempatan, Ibu Negara tampak tampil modis. Misalnya saja suatu ketika seperti saat mendampingi SBY menghadiri peringatan HUT SAR di Pelabuhan Merak, saat SBY masih jadi Presiden, Ibu Ani juga mengenakan kacamata hitam. Selain untuk fashion, kacamata hitam itu juga untuk mengurangi panasnya matahari. Ibu Negara juga sering menggunakan sepatu, baju atau pun tas yang bermerek. 
Selama mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono, sosok ibu negara Ani Yudhoyono kerap menarik perhatian masyarakat. Salah satunya karena aktivitasnya di media sosial Instagram. 
Ani Yudhoyono termasuk aktif mengupload foto-foto hasil bidikannya ke akun instagram pribadinya @aniyudhoyono. Bahkan, tidak jarang aktivitasnya di media sosial melahirkan kontroversi dan berbuntut panjang.
Berbeda dengan Ani Yudhoyono, Iriana mengaku tidak akan aktif menyapa dan bersosialisasi dengan netizen di media sosial. Salah satunya karena istri dari Joko Widodo ini mengaku tidak mengerti dunia media sosial.

"Nggak ngerti aku itu apa. Wes nggak usah neko-neko (macem-macem)," kata Iriana saat ditanya perihal medsos tersebut.
Iriana mengaku tidak mengetahui aktivitas Ani Yudhoyono di media sosial instagram dan kerap berbagi informasi dan momen melalui sebuah foto.

"Makanan apa itu (instagram)? Enak nggak?," ujarnya sambil tersenyum.
Terkait masalah media sosial yang satu ini juga, Ani Yudhoyono suatu ketika pernah ‘menyerang’ Iriana Joko Widodo. Saat itu Jokowi masih menjabat Gubernur DKI Jakarta. Berawal dari isu banjir yang melanda Jakarta, dan ahirnya serangan Ani Yudhoyono tersebut berdampak fatal. Sepertinya malah menjadi senjata yang makan tuan.
Ani Yudhoyono mengungkapkan kekesalannya ke publik gara-gara dibilang hanya sibuk main Instagram ketimbang mengurusi banjir oleh follower Instagram-nya. Ani lantas menjawab dengan sewot, "Ibu Jokowi dan Ibu Ahok ke mana ya, kok saya dimarahi?"
Hal itu Ini terlihat dalam percakapan politik di media sosial, dan oleh berbagai kalangan sikap Ani Yudhoyono tersebut dianggap kebablasan.  Pengguna media sosial Internet kurang suka kenapa banjir dihubung-hubungkan dengan istri Jokowi.
Sebagaimana disebutkan di atas, first lady yang suka usil merecoki urusan pemerintahan, media asing pun pernah mengungkapkannya memang.
Dalam sebuah milis dituliskan: Harian The Australian membeberkan alasan aksi mata-mata terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ibu Negara Ani Yudhoyono beberapa waktu lalu.

Hanya berselang tiga hari sebelum berlangsungnya kampanye di Australia, kabel diplomatik berstempel 'rahasia' dikirimkan dari Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Jakarta kepada diplomat AS di Canberra dan CIA. 

Kabel itu membicarakan dinamika baru peta politik Indonesia. Para intelijen ini meyakini ada pemain yang menjadi penasihat penting bagi SBY. 

Orang tersebut bukan wakil presiden, bukan pula menteri dalam kabinet SBY, tapi istrinya sendiri yakni Ani Yudhoyono.

"Keberadaan Kristiani Herawati telah mengorbankan penasihat kunci lainnya. Ibu negara diduga telah memanfaatkan akses kepada presiden untuk membantu teman-temannya dan menjatuhkan lawannya, termasuk Wakil Presiden (Jusuf) Kalla," tulis kabel tersebut seperti dikutip dari The Australian.

Akan tetapi terlepas dari itu, setiap ibu negara punya gaya masing-masing. Mulai dari  ibu negara di tahun 80-an hingga 2000 kemarin saja,  karena umumnya mereka sudah berusia jadi gaya yang ditampilkan klasik elegan. Setiap ibu negara memiliki kekhasan tersendiri yang jadi ciri mereka. Dan itu terserah anda masing-masing untuk menilainya. ***

Bisa dibaca juga di: Indonesiana
Share:

TKI “Pejantan” itu Jadi Korban Nafsu Berahi Majikan Sekeluarga

Membaca berita Kompas.com Senin (15/9) lalu yang berjudul: PRT Indonesia Dihamili Bocah Bahrain Berusia 13 Tahun, membawa ingatan saya akan peristiwa yang menimpa salah seorang kawan saya sendiri di era 1980-an lalu. Dan peristiwa yang dialami kawan saya tersebut hampir serupa dengan berita itu. Sementara yang membedakannya adalah jenis kelaminnya. TKI dalam berita Kompas.com adalah seorang perempuan, sedangkan kawan saya adalah lelaki tulen.

Kisah tentang kawan saya, sebut saja SR itu saya mendengarnya langsung dari yang bersangkutan. Tatkala SR mengabarkan via surat (HP waktu itu belum ada lho) bahwa dia akan segera balik ke Indonesia. Dan kami – saya bersama tiga kawan yang lain, diminta SR untuk menjemputnya di bandara.

Kami keheranan - tentu saja, mendengar kabar kepulangan SR. Di Saudi Arabia dia bekerja belum genap satu tahun. Sementara dalam kontraknya ‘kan dua tahun. Ada apa gerangan ? Tapi pertanyaan saya itu untuk sementara tidak menemui jawabannya. komunikasi lewat surat jauh beda dengan telepon. Hanya saja kami menduga SR memang tidak betah bekerja sebagai sopir pribadi di sana.

Orang sekampung pun tahu kalau SR selama ini seorang ‘anak mami’. Dan manjanya gak ketulungan. Hanya setelah ayahnya meninggal, kebutuhan hidup SR jadi sulit terpenuhi. Sehingga diapun nekad untuk mendaptar jadi TKI. Dan apa yang dialaminya di kawasan Timur Tengah, apalagi sebagai ‘jongos’, sudah tentu membuatnya tidak kerasan.

Sebagaimana yang dikatakan SR dalam suratnya, keberangkatannya dari Saudi Arabia ke tanah air hanya berjarak tiga hari setelah suratnya itu kami terima. Dan pada saat yang sudah ditentukan kami berempat berangkat menuju ke bandara di Ibu Kota, Jakarta. Sedangkan keluarganya, ibu kandungnya, tidak bisa ikut menjemput. Selain usianya sudah uzur, juga beliau sering sakit-sakitan. Begitu alasannya.

Nah, saat di bandara kami mendengar pengumuman dari bagian informasi, bahwa pesawat dengan penerbangan nomor sekian dari Arab Saudi, sebagaimana yang disebutkan SR dalam suratnya, sudah mendarat, maka kami pun bersiap-siap untuk menyambut kedatangan sobat kami tersebut.

Satu per satu para penumpang yang menuruni tangga kami perhatikan. Tapi SR belum juga terlihat. Sungguh. Sampai perkiraan kami para penumpang dari pesawat itu hampir semuanya turun, batang hidung sobat kami tak juga tampak. Dan begitu dari pintu pesawat muncul seseorang dengan rambut gondrong, dan tubuh kerempeng di kursi roda yang didorong pramugara, kami pun tidak melihat SR sama sekali.

Apakah SR  sedang “mengerjai” kami, pura-pura minta dijemput di bandara padahal sebetulnya dia tidak balik? Kami pun sudah mulai gelisah dibuatnya ketika itu.

Hanya saja ketika kami mendengar suara memanggil-manggil nami kami berempat, dengan serentak kami pun mencari arah datangnya suara itu. Tak syak lagi itu memang suara SR, teman kami.

Lha, suara itu ternyata dari orang dari kursi roda itu. Rasa-rasanya kami tidak mengenal sosok kerempeng dan berambut gondrong itu. Apalagi seperti orang lumpuh yang duduk di kursi roda. Sungguh. SR yang kami kenal selama ini adalah seorang bertubuh tegap, sehat, dan ngganteng. Malahan karena kegantengannya itu juga acapkali membuat kami iri. Betapa tidak. Kami masih jomblo, SR justru sudah gonta-ganti pacar. Dia memang dikanal sebagai playboy cap dua anting sih.

Akan tetapi dari suaranya yang terus-terusan memanggil nama kami sambil melambaikan tangannya, maka kami pun dengan seksama melihat orang tersebut yang semakin mendekat ke arah kami.

OMG! Setelah hampir lima meter jarak antara kami dengan orang yang di kursi roda itu, barulah kami ‘ngeh’. Ternyata sosok kerempeng dan berambut gondrong tersebut adalah SR. Bermacam-macam pertanyaan muncul dalam hati. Hanya saja belum saya ungkapkan langsung kala itu.

Baru setelah kami selesai berpelukan untuk melepas rindu, dan segala macam urusan keimigrasian selesai, serta sudah mendapatkan tempat duduk yang nyaman di area bandara, SR pun berkisah.
Kondisi yang saat itu dialaminya tak lain karena selama di Arab Saudi dirinya selain bekerja sebagai sopir pribadi, juga sudah dijadikan ‘pejantan’ oleh istri dan tiga orang anak perempuan majikannya!!!

Wah.

Dirinya dipaksa harus selalu mau melayani nafsu berahi mereka sekeluarga. Dan akibatnya, SR mengalami kelumpuhan. Apa boleh buat. Setelah keadaannya tak berdaya, SR pun disuruh pulang oleh majikannya.

 Begitulah. ***


Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/arsudradjat/tki-pejantan-itu-jadi-korban-nafsu-berahi-majikannya-sekeluarga_54f5cd84a33311a2518b458a
Share:

Friday, 15 April 2016

Fenomena Tahlilan dan Kesenjangan Sosial

Ilustrasi
Tengah orang-orang dengan wajah diselimuti duka mengerumuni Mang Encu yang tergolek lemah di pembaringan, karena sakit keras, dan banyak yang menduga tak lama lagi akan meninggal, tiba-tiba anak bungsunya  yang masih berusia 5 tahun, malah berjingkrak  sambil berteriak, “Horeee... Si Bapak mau mati, kita semua sebentar lagi bakalan makan enak !”

Sanak keluarga dan tetangga yang semula dirundung gundah-gulana, tersentak mendengar ocehan bocah itu. Beberapa di antaranya buru-buru menyuruh diam, dan membawa anak bungsu Mang Encu ke menjauh. Tetapi tak sedikit yang malah tertawa sambil menutup mulutnya.

Bisa jadi orang yang mentertawakan sikap bocah tersebut, lantaran menduga kematian di mata bocah itu sebagai suatu kesempatan untuk memperbaiki gizi semata, dan sama sekali belum paham andaikan orang tuanya meninggal dunia, dia tak akan medapat kasih sayangnya lagi untuk selamanya.  Bagaimanapun tradisi di kampung kami, bila ada orang yang meninggal, keluarganya harus hajatan.
Pada umumnya, di kampung kami apabila ada salah seorang keluarganya yang meninggal dunia, selain dilanda duka cita sebagaimana biasanya, juga merupakan saat-saat untuk mengeluarkan dana anggaran yang lumayan besar jumlahnya.

Betapa tidak. Begitu keluarganya meninggal dunia, entah dengan membuka kotak simpanan  bagi keluarga yang kaya, atawa dengan cara mengutang  bagi yang selalu kekurangan dalam hidupnya, mau tidak mau sejumlah uang harus sudah tersedia.

Ada pun uang itu digunakan untuk dibagi-bagikan kepada mereka yang menggali kubur, yang dalam kenyataannya orang yang benar-benar  sebagai penggali paling banter sebanyak empat orang saja, sedangkan sebagian besar yang ada di pekuburan itu malah asyik bercengkerama ngalor-ngidul sesukanya. Selain itu orang ikut melaksanakan shalat jenazah, juga akan mendapatkan ‘jatah’, dan jumlahnya lebih besar dari orang yang berada di pekuburan. Pun orang yang memandikan jenazah, sudah pasti kebagian juga. Malahan khusus bagi orang yang dianggap paling bersungguh-sungguh dalam memandikannya, maka orang itu biasanya akan mendapatkan seperangkat pakaian yang masih baru.

Setelah mayat selesai dikebumikan, lalu pihak keluarga berbelanja ke pasar untuk kebutuhan menjamu orang yang ikut tahlilan.  Selain dijamu dengan makanan dan minuman, orang-orang yang ikut tahlilan itupun ketika hendak pulang akan diberi amplop berisi uang berikut sekantung makanan. Sementara kegiatan tahlilan itu akan berlangsung sejak hari pertama kematian hingga hari ketujuh. Kemudian tahlilan itu saat memasuki hari ke-20 diselenggarakan lagi, disusul ketika masuk hari ke-40. Setelah itu barulah pihak keluarga yang meninggal dunia akan sedikit bernafas lega. Sebab kegiatan tahlilan itu baru akan diadakannya lagi bila sampai pada ke-100 harinya.

Bagi orang yang berharta, kegiatan tahlilan itu tidak sampai di situ saja, biasanya jika sudah genap satu tahun akan diselenggarakannya juga tahlilan itu.

Memang di satu sisi tahlilan itu mengandung nilai yang positif. Paling tidak orang satu kampung, khususnya kaum pria – dewasa dan anak-anak, akan bertemu muka, alias bersilaturahmi satu sama lain. Dalam tahlilan itu pun dibacakan ayat-ayat suci  Al Qur’an secara bersama-sama dengan dipimpin oleh seorang kiyai, atawa di kampung kami lebih dikenal dengan sebutan Ajengan. Maka dengan demikian, warga di kampung kami sebagian besar sudah banyak yang hafal bacaan Al Qur’an di luar kepala, meskipun makna dari yang dibacanya itu entah paham entah tidak.

Sedangkan di sisi lain, justru membuat keluarga orang yang meninggal dunia kerepotan dengan kegiatan tahlilan seperti itu. Apalagi bagi keluarga yang hidupnya masuk kategori miskin. Misalnya saja karena anggaran untuk kegiatan tahlilan itu biasanya didapat dengan cara berutang, maka yang namanya utang pun harus dibayar.  Bahkan andai saja pinjaman uang itu didapat dari orang yang biasa dinamakan rentenir, apa boleh buat selain dituntut mengembalikan pokok pinjaman, bunganya yang lumayan mencekik pun harus diberikan. Masih mending kalau harta peninggalan yang mati itu lumayan banyak, tapi kalau sebaliknya, justru untuk makan sehari-hari saja harus bekerja setengah mati...

Sementara itu yang namanya kiyai, atawa ajengan di kampung kami, langsung atau tidak langsung, terhadap kegiatan tahlilan yang memakan anggaran yang besar itu, terkesan  memberikan fatwa wajib untuk dilaksanakan.  Sehingga tak aneh lagi bila muncul anekdot di kalangan anak-anak muda kalau tahlilan menjadi salah satu ‘proyek’ kiyai yang tak boleh dilewatkan. ***

Postingan ini pernah dimuat di: Kompasiana
Share: