Berbagi Sebening Hati

Showing posts with label Proses Kreatif. Show all posts
Showing posts with label Proses Kreatif. Show all posts

Friday, 29 April 2016

Monday, 25 April 2016

Mengapa Saya Ngeblog ?


Bermula dari kebiasaan membaca dan menulis juga sebenarnya. Lalu saya berpikir, tulisan saya bisa diterbitkan. Paling tidak untuk berbagi dengan orang lain. siapa tahu ada manfaatnya. Bahkan selanjutnya ada juga keinginan seperti penulis-penulis yang sudah memiliki nama di dunia literasi. Dengan kegiatan menulis saya bisa menghasilkan uang seperti mereka.

Maka saya pun coba-coba mengirim tulisan ke berbagai media mainstreaman. Alhamdulillah, dari sekian banyak tulisan yang saya kirimkan ada beberapa yang diterbitkan... Dan mendapatkan honorarium, tentu saja.

Lalu seiring perkembangan jaman, sebagaimana belakangan ini tumbuh pesatnya berbagai media online, termasuk berbagai bentuknya, saya pun semakin getol, dan aktif dengan membuat Blog sebagaimana yang ada sekarang ini.

Bicara masalah nge-blog, saya sebenarnya mendapat panduan pertama kali dari wartawan senior harian Kompas, Pepih Nugraha. salah satu di antaranya melalui berbagai tulisan beliau. Di antaranya motivasi yang diberikan adalah sebagai berikut:

Senator Barack Obama, kandidat presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, tahu betul memanfaatkan kekuatan situs
atau blog pribadi untuk meraih simpati sekaligus kemenangan. Pada konvensi partai, Obama menyingkirkan saingan
terkuatnya, Hillary Rodham Clinton, dengan orasi kampanyenya yang mengena.

Di luar kemampuannya memikat calon pemilih yang amat rasional di dunia nyata, Obama juga unggul di dunia maya. Ia
pandai memanfaatkan kekuatan media online. Terlepas bahwa orang lain yang menggarap perwajahan dan isi situs
pribadinya, Obama tidak harus malu menyatakan diri sebagai blogger yang mengelola dan memelihara situs pribadinya
secara rutin.

Tengok situs www.barackobama.com atau www.my.barack- obama.com yang selalu di-update. Kedua situs itu tidak
semata-mata meminta dana dari para simpatisannya, tetapi juga menawarkan berbagai produk ”Barack Obama”. Tidak
kurang dari 400 produk ditawarkan, mulai dari kaus T-shirt, topi, pin, kancing, payung, jaket, cangkir, sampai stiker. Lebih
progresif, Obama memiliki armada pengiriman barang agar lekas sampai kepada pemesan.

Selain mengundang para blogger membuat testimoni, Obama juga menarik pemilih His- panik dengan membuat situs
versi bahasa Spanyol. Ini yang paling mencengangkan: Obama memiliki kanal untuk me- nyambut pemilih Hillary Clinton!

Di kanal bertajuk ”Welcome Hillary Supporters” yang dilengkapi foto Hillary itu, Obama menyilakan pendukung Hillary
segera beralih mendukungnya. Alasannya sederhana, setelah Hillary kalah dalam konvensi, para pendukung Hillary pun
merupakan orang-orang Demokrat yang amat diperlukan saat pemilihan presiden melawan kandidat Partai Republik,
John McCain.

Jelaslah, Obama tidak menganggap Hillary dan para pendukungnya sebagai ”pengkhianat” yang harus dijauhi hanya
karena tidak memilihnya. Lewat situs pribadinya, Obama mengajak mereka memperkuat dan memenangkan Demokrat
dalam pemilihan presiden dengan cara memilihnya.

Dari situs pribadinya pula, para netter simpatisan Obama bisa mengetahui di mana Obama berada di dunia maya. Jejak
Obama yang memanfaatkan ”ruang maya” tersebut bisa ditemui di sejumlah situs jejaring sosial, seperti Facebook,
MySpace, YouTube, Flickr, Digg, Twitter, Linkedin, Eventful, BlackPlanet, Faithbase, Eons, Glee, MiGente, MyBatanga, DNC
Partybuilder, dan AsianAve.

Pada 6 Juni 2008, pendukung Obama di Facebook baru 864.832 netter. Belum sampai dua minggu, pendukungnya sudah
satu juta! Jumlah ini jauh di atas Hillary yang meraih 158.234 pendukung dan McCain yang meraih 146.439. Demikian pula
di Twitter, pada 17 Juni pendukung Obama 998.901, yang apabila dihitung-hitung ada 135 pendukung baru setiap 20
menitnya.

Tak sekadar narsis

Blog sering dilecehkan sebagai media orang narsis, yakni orang- orang yang kelebihan hasrat menonjol-nonjolkan dirinya
sendiri, orang yang senang memuji-muji kehebatannya sendiri. Karena narsisme ingin selalu dilihat dan bahkan dipuji
orang, blogger terkena getah harus menanggung konotasi negatif.

Akan tetapi, kenyataannya, jumlah blogger terus membengkak. Technorati, situs penyurvei blog, menyebutkan, akhir
Desember 2007 terdapat 112 juta blogger ”menyesaki” jagat maya internet ini. Seiring dengan berkembangnya jenis-jenis
blog yang mengarah ke video blog (vlog), jumlahnya hingga sekarang boleh jadi sudah sampai 200 juta. Jika benar ada 1
miliar orang di dunia tersambung ke internet, artinya seperlima pengguna internet di jagat ini adalah blogger!

Penyedia blog gratisan, seperti Wordpress, saat tulisan ini diturunkan sudah mencatat 3.458.488 pengguna. Dari jumlah
itu, ada 143.266 posting atau konten yang diunggah (upload) setiap harinya. Padahal selain Wordpress, ada juga puluhan
situs penyedia web gratis. Sebut saja Blogspot, Blogsome, Blogdrive, Movable Type, LiveJournal, dan Dagdigdug. Situs
terakhir adalah penyedia blog milik orang Indonesia.

Perang blog pernah terjadi saat pemilihan presiden Perancis beberapa waktu lalu antara Nicolas Sarkozy melawan
saingan terkuatnya, Segolene Royal. Mulanya Royal, politisi perempuan, yang membuat blog. Tidak lama, Sarkozy
membuat blog pribadi dan ”memelototi” blog-nya setiap ada kesempatan karena tak mau kalah dari Royal.

Dekati konstituen

Blog dan situs jejaring sosial seperti Facebook sebenarnya bisa mendongkrak popularitas politisi lokal menjadi politisi
global. Contoh Perdana Menteri China Wen Jiabao. Di dunia nyata, namanya tidak dikenal. Orang mungkin lebih tahu Jet
Lie atau Jackie Chan. Meski Wen Jiabao orang ”jadul”, tetapi ia tidak terlalu malu untuk menjadi salah seorang digital
migrant dengan memajang dirinya di Facebook.

Berkat usahanya mengkapling ”ruangan” di Facebook, plus berkat kepedulian dan kehadiran Wen Jiabao mengunjungi
korban gempa bumi Sichuan, popularitasnya sebagai politisi meningkat dengan menduduki 10 besar politisi dunia. Meski
tidak sefantastis Obama di urutan pertama yang menggaet lebih dari 1 juta pendukung, Wen didukung 20.136 netter.

Di negeri sendiri, blog artis sinetron Sandra Dewi yang baru diluncurkan beberapa waktu lalu sudah menggaet lebih dari
8.000 anggota dengan ribuan pengunjung.

Sayangnya, blog tidak dimanfaatkan para politisi Indonesia, khususnya anggota DPR. Padahal, jika anggota DPR nge-
blog, ia akan lebih dekat dengan konstituen, toh internet sudah sampai ke desa-desa. Belum pernah terdengar anggota
DPR nge-blog seperti Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono. Sejumlah anggota DPR justru ramai dibicarakan di blog
karena kena co- kok KPK. Beberapa anggota lainnya malah menjadi ”bintang” blog karena ketahuan berbuat mesum.

Akan tetapi, percayalah, masih banyak politisi dan anggota DPR yang baik dan berakhlak mulia, yang mungkin siap-siap
nge-blog agar bisa berdekat-dekat dengan konstituen. Bukankah Pemilu 2009 sudah semakin mendekat?




Sumber: http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/07/03/00133578/cerita.tentang.politisi.dan.blog

 Untuk selanjutnya saya pun banyak mencari tips dari para blogger lainnya di antaranya 


Begitu.






Share:

Saturday, 23 April 2016

Menciptakan Ketegangan Dalam Karangan


DAVID HARE adalah seorang penulis naskah dan sutradara film asal Inggris yang memiliki reputasi internasional sebagai dramatis modern paling berpengaruh di Amerika Serikat dan Inggris. Beliau juga dikenal sebagai penulis yang mengadaptasi novel The Hours serta The Reader menjadi naskah film dengan judul sama. Beliau telah memenangkan banyak penghargaan, termasuk PEN/Pinter Prize yang bergengsi. Berikut adalah sejumlah tips atau wejangan dari beliau:
“Tulis tentang apa yang kalian ketahui, tapi pastikan kalian mengolah pengetahuan itu menjadi suatu cerita yang baik.”
________
“Irama tulisan kalian sama penting dengan arti dari tulisan kalian—irama yang saya maksud tidak hanya dialog, tapi juga ketukan pada bahasa yang kalian gunakan serta interaksinya dengan adegan dalam cerita.”
________
“Tujuan dari sebagian besar karya-karya saya: menunjukkan bagaimana keputusan moral dalam kehidupan nyata melibatkan motivasi yang sangat kompleks serta efek yang biasanya hanya bisa dilakukan dalam cerita fiksi. Saya tidak mau berusaha mengelabui reaksi pembaca dengan tulisan saya, atau untuk menuntut reaksi tertentu dari mereka—saya ingin pembaca bisa memutuskan sendiri apa yang mereka rasakan terhadap karakter dalam cerita saya serta sadar terhadap pilihan-pilihan yang bisa diambil oleh karakter tersebut dalam situasi tertentu.”
________
 “Idealnya, saya ingin menciptakan ketegangan dalam tulisan saya. Saat kita bercerita, mustahil rasanya bagi penulis untuk mencegah pembaca agar tidak menarik kesimpulan moral dari cerita tersebut. Saya paling tidak suka tulisan di mana penulis menawarkan diagram yang terlalu mudah ditebak. Saya benci melihat kesulitan-kesulitan nyata dalam kehidupan sehari-hari kemudian diprogram seenaknya oleh penulis sampai jadi tak masuk akal—seperti pada tulisan-tulisan melodrama. Penulis yang membuat pembacanya frustasi karena terlalu malas menghadirkan kejelasan pada setiap motivasi karakter dalam cerita lambat laun akan kehilangan pembaca.”
Share:

Wednesday, 20 April 2016

Nasihat Untuk Calon Penulis Dari Penulis Terkenal



Stephen King
Siapa sih yang gak kenal orang ini? Kejeniusannya menciptakan misteri dan dunia cerita yang paralel dalam buku-bukunya banyak bikin pembaca geregetan dan selalu mencari koneksi antara satu buku dengan lainnya.
Menurut Stephen King, untuk memulai menulis caranya mudah.  Banyak Membaca. Yep. Menurutnya, ketika kamu banyak membaca, kamu akan menemukan magic moment, yaitu ketika kamu berpikir “duh… begini doang ceritanya?! Gue juga bisa!”. Hehe…  

George RR Martin
Sama seperti Stephen King, menurut George RR Martin yang dibutuhkan seseorang untuk bisa jadi penulis adalah MEMBACA. Kemudian, mulailah MENULIS.
Menurut George, sebagai penulis, kamu harus banyak membaca banyak hal. Mulai dari novel, komik,  majalah, dan lainnya. Dan, gak Cuma genre yang kamu suka, atau dari buku yang bagus doang.  menurut George, bahkan buku atau cerita yang buruk, bisa kok bikin kamu belajar.
George RR Martin, yang terkenal dengan buku serial Game of Thrones ini juga menekankan pentingnya disipilin dalam menulis. Setiap hari, usahakan kamu menulis satu sampai dua halaman. Dan teruskan hingga tulisan kamu selesai.

John Grisham
Kalo  selama ini kamu mengeluh karena gak sempat menulis karena pekerjaan kantor, guys.. . kamu harus banget dengar pengalaman John Grisham.
John tidak langsung menentukan karirnya sebagai penulis. Ia memulai karir sebagai pengacara. Dan ternyata, pengalamannya menjadi pengacara ini memberikan pengetahuan yang sangat berharga untuk tulisannya.
Ketika John mulai menulis, dia masih bekerja full timesebagai pengacara. Tapi, karena  ketertarikannya yang besar untuk menulis cerita, John mengatur waktunya setiap hari supaya dia bisa menyelesaikan tulisannya. Disipilin mengatur waktu menulis dan komitmen.  Itu kuncinya. Setiap hari, John memaksa dirinya untuk bisa menyelesaikan satu atau dua halaman. Pengalamannya sebagai pengacara juga memberikan pengaruh dan kedalaman dalam cerita-cerita yang diangkat John Grisham. Kedalaman karena pengetahuan yang baik tentang dunia hukum dan kriminal, menjadikan cerita-cerita John Grisham sebagai benchmark bagi cerita hukum dan kriminal. Sekarang, ketika kita mau membaca cerita thriller hukum dan kriminal,  nama John Grisham lah yang akan muncul dalam pikiran kita. Cool!

James Patterson
Kalo tiba-tiba kamu buntu ide ketika mulai menulis, mungkin kamu bisa belajar dari James Patterson yang pake metode kayak gini:
                 “I’m always pretending that I’m sitting across from somebody. I’m telling them a story, and I don’t want them to get up until it’s finished.”
Simple. Dan kayaknya asik buat dicobain ;)

Haruki Murakami
Kamu gak kunjung berhasil menyelesaikan novel? Nah. Mungkin kamu bisa belajar dari Haruki Murakami. Murakami menganalogikan proses menulis novel seperti lari marathon. Menurutnya, mengandalkan bakat, tidak cukup bagi seseorang untuk mempu memulai dan menyelesaikan tulisan panjang seperti novel. Menulis novel, menurut Murakami diperlukan fokus dan ketahanan. 
Dua dispilin ini, Fokus dan ketahanan gak datang begitu aja, guys. Seperti halnya lari marathon, diperlukan latihan dan komitmen supaya kamu bisa mencapai garis finish. Latih fokus dan ketahanan menulis kamu secara rutin, dan perlahan tingkatkan target menulis kamu.
Selamat mencoba!

Sumber:

https://web.facebook.com/maria.g.soemitro/notes
Share: