Berbagi Sebening Hati

Showing posts with label Ngeblog Yuk. Show all posts
Showing posts with label Ngeblog Yuk. Show all posts

Saturday, 4 June 2016

Seputar nge-Blog: Apa sih Ngeblog Itu?


Di antara kita mungkin masih ada yang belum tahu tentang nge-Blog. Bahkan andaikata sudah mengetahuinya, terkadang masih memiliki persepsi yang keliru. Seperti misalnya seorang yang aktif memposting tulisannya pada blog keroyokan semacam Kompasiana, atawa Indonesiana, dia melihat kalau ngeblog itu hanyalah menyajikan reportase berita saja, dan menganggap postingan yang tidak bersifat reportase bukanlah gawenya seorang Blogger. Hadeuh!

Nah, untuk itu ada baiknya kita simak yang diuraikan rekan Blogger kuncunk, yang mengatakan:

Pada dasarnya dalam menyampaikan unek - unek ataupun yang dalam pikiran kita tidak harus berbicara langsung ataupun curhat empat mata dengan seseorang. Di zaman sekarang ini banyak cara yang bisa di lakukan. Bisa lewat puisi, ataupun karya tulis yang biasa kita temukan di sebuah blog. Dan cara penyampaian nya pun berbeda beda, ada yang lewat sebuah cerita atau banyak cara yang bisa kita lakukan dan tidak langsung ke pokok permasalahan yang akan kita utarakan.
Blog itu apa sih?
Seperti yang saya sebutkan di atas, dalam menyampaikan unek unek kita bisa lewat blog. Nah sekarang yang akan saya bahas disini adalah pengertian dari sebuah blog. Saya sempat mencari cari di rumahnya mamang google arti sebuah blog dan saya menemukannya di Wikipedia, blog itu singkatan dari web blog adalah bentuk aplikasi web yang menyerupai tulisan tulisan pada sebuah halaman web umum. Tulisan tulisan ini seri di muat dalam urut terbalik (isi terlebih dahulu baru kemudian di ikuti isi yang lebih lama), meskipun tidak selamanya demikian.
Berdasarkan arti blog yang saya dapat tersebut, saya sendiri dapat menyimpulkannya bahwa ngeblog itu ya harus menulis mengenai apa saja yang ada di otak kita. Namun belakangan ini saya banyak menemukan berbagai macam blog yang hanya membagikan sebuah berkas dengan rincian berkasnya saja tanpa adanya sepenggal kalimat yang di utarakan oleh admin blog tersebut. Penomena tersebut tidak hanya terjadi di MyWapBlog saja melainkan di platform blog lainnya juga banyak yang seperti itu

Sedangkan Blogger Sugeng Riyadi mengatakan:

Jika sobat bener-bener baru dalam dunia blog, maka kemungkinan sobat masih belum begitu paham apa itu blog.

Di internet sebenernya sudah banyak artikel-artikel yang membahas apa itu blog, tapi di sini saya akan memberikan penjelasan gampangnya saja.
Blog adalah satu dari sekian banyak jenis website yang ada di internet.
Contoh jenis website yang ada di internet adalah:
  • Portal berita (contohnya: detik.com, kompas.com, dll.)
  • Social Networking (contohnya: facebook.com. twitter.com, dll.)
  • Search Engine (contohnya: google.com, yahoo.com, dll.)
  • Forum (contohnya: kaskus.co.id, ads.id, dll.)
  • Toko Online (contohnya: bhinneka.com, lazada.co.id, dll.)
  • BLOG (contohnya: SUGENG.ID, SUGENG.ID, SUGENG.ID, DLL.)
  • DLL.
Terus apa bedanya blog dengan jenis website yang lain?
Jawabannya: BEDANYA BANYAK…
Satu hal yang paling membedakan antara blog dengan jenis website yang lain adalah fungsi dari blog itu sendiri.
Fungsi utama dari blog pada awalnya adalah untuk memudahkan orang menulis catatan pribadi di internet.
Tapi saat ini blog sudah memiliki banyak fungsi. Mulai dari sebagai tempat catatan pribadi, tempat berbagi opini dan informasi, untuk keperluan politik, sampai untuk keperluan bisnis.
Share:

Monday, 25 April 2016

Mengapa Saya Ngeblog ?


Bermula dari kebiasaan membaca dan menulis juga sebenarnya. Lalu saya berpikir, tulisan saya bisa diterbitkan. Paling tidak untuk berbagi dengan orang lain. siapa tahu ada manfaatnya. Bahkan selanjutnya ada juga keinginan seperti penulis-penulis yang sudah memiliki nama di dunia literasi. Dengan kegiatan menulis saya bisa menghasilkan uang seperti mereka.

Maka saya pun coba-coba mengirim tulisan ke berbagai media mainstreaman. Alhamdulillah, dari sekian banyak tulisan yang saya kirimkan ada beberapa yang diterbitkan... Dan mendapatkan honorarium, tentu saja.

Lalu seiring perkembangan jaman, sebagaimana belakangan ini tumbuh pesatnya berbagai media online, termasuk berbagai bentuknya, saya pun semakin getol, dan aktif dengan membuat Blog sebagaimana yang ada sekarang ini.

Bicara masalah nge-blog, saya sebenarnya mendapat panduan pertama kali dari wartawan senior harian Kompas, Pepih Nugraha. salah satu di antaranya melalui berbagai tulisan beliau. Di antaranya motivasi yang diberikan adalah sebagai berikut:

Senator Barack Obama, kandidat presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, tahu betul memanfaatkan kekuatan situs
atau blog pribadi untuk meraih simpati sekaligus kemenangan. Pada konvensi partai, Obama menyingkirkan saingan
terkuatnya, Hillary Rodham Clinton, dengan orasi kampanyenya yang mengena.

Di luar kemampuannya memikat calon pemilih yang amat rasional di dunia nyata, Obama juga unggul di dunia maya. Ia
pandai memanfaatkan kekuatan media online. Terlepas bahwa orang lain yang menggarap perwajahan dan isi situs
pribadinya, Obama tidak harus malu menyatakan diri sebagai blogger yang mengelola dan memelihara situs pribadinya
secara rutin.

Tengok situs www.barackobama.com atau www.my.barack- obama.com yang selalu di-update. Kedua situs itu tidak
semata-mata meminta dana dari para simpatisannya, tetapi juga menawarkan berbagai produk ”Barack Obama”. Tidak
kurang dari 400 produk ditawarkan, mulai dari kaus T-shirt, topi, pin, kancing, payung, jaket, cangkir, sampai stiker. Lebih
progresif, Obama memiliki armada pengiriman barang agar lekas sampai kepada pemesan.

Selain mengundang para blogger membuat testimoni, Obama juga menarik pemilih His- panik dengan membuat situs
versi bahasa Spanyol. Ini yang paling mencengangkan: Obama memiliki kanal untuk me- nyambut pemilih Hillary Clinton!

Di kanal bertajuk ”Welcome Hillary Supporters” yang dilengkapi foto Hillary itu, Obama menyilakan pendukung Hillary
segera beralih mendukungnya. Alasannya sederhana, setelah Hillary kalah dalam konvensi, para pendukung Hillary pun
merupakan orang-orang Demokrat yang amat diperlukan saat pemilihan presiden melawan kandidat Partai Republik,
John McCain.

Jelaslah, Obama tidak menganggap Hillary dan para pendukungnya sebagai ”pengkhianat” yang harus dijauhi hanya
karena tidak memilihnya. Lewat situs pribadinya, Obama mengajak mereka memperkuat dan memenangkan Demokrat
dalam pemilihan presiden dengan cara memilihnya.

Dari situs pribadinya pula, para netter simpatisan Obama bisa mengetahui di mana Obama berada di dunia maya. Jejak
Obama yang memanfaatkan ”ruang maya” tersebut bisa ditemui di sejumlah situs jejaring sosial, seperti Facebook,
MySpace, YouTube, Flickr, Digg, Twitter, Linkedin, Eventful, BlackPlanet, Faithbase, Eons, Glee, MiGente, MyBatanga, DNC
Partybuilder, dan AsianAve.

Pada 6 Juni 2008, pendukung Obama di Facebook baru 864.832 netter. Belum sampai dua minggu, pendukungnya sudah
satu juta! Jumlah ini jauh di atas Hillary yang meraih 158.234 pendukung dan McCain yang meraih 146.439. Demikian pula
di Twitter, pada 17 Juni pendukung Obama 998.901, yang apabila dihitung-hitung ada 135 pendukung baru setiap 20
menitnya.

Tak sekadar narsis

Blog sering dilecehkan sebagai media orang narsis, yakni orang- orang yang kelebihan hasrat menonjol-nonjolkan dirinya
sendiri, orang yang senang memuji-muji kehebatannya sendiri. Karena narsisme ingin selalu dilihat dan bahkan dipuji
orang, blogger terkena getah harus menanggung konotasi negatif.

Akan tetapi, kenyataannya, jumlah blogger terus membengkak. Technorati, situs penyurvei blog, menyebutkan, akhir
Desember 2007 terdapat 112 juta blogger ”menyesaki” jagat maya internet ini. Seiring dengan berkembangnya jenis-jenis
blog yang mengarah ke video blog (vlog), jumlahnya hingga sekarang boleh jadi sudah sampai 200 juta. Jika benar ada 1
miliar orang di dunia tersambung ke internet, artinya seperlima pengguna internet di jagat ini adalah blogger!

Penyedia blog gratisan, seperti Wordpress, saat tulisan ini diturunkan sudah mencatat 3.458.488 pengguna. Dari jumlah
itu, ada 143.266 posting atau konten yang diunggah (upload) setiap harinya. Padahal selain Wordpress, ada juga puluhan
situs penyedia web gratis. Sebut saja Blogspot, Blogsome, Blogdrive, Movable Type, LiveJournal, dan Dagdigdug. Situs
terakhir adalah penyedia blog milik orang Indonesia.

Perang blog pernah terjadi saat pemilihan presiden Perancis beberapa waktu lalu antara Nicolas Sarkozy melawan
saingan terkuatnya, Segolene Royal. Mulanya Royal, politisi perempuan, yang membuat blog. Tidak lama, Sarkozy
membuat blog pribadi dan ”memelototi” blog-nya setiap ada kesempatan karena tak mau kalah dari Royal.

Dekati konstituen

Blog dan situs jejaring sosial seperti Facebook sebenarnya bisa mendongkrak popularitas politisi lokal menjadi politisi
global. Contoh Perdana Menteri China Wen Jiabao. Di dunia nyata, namanya tidak dikenal. Orang mungkin lebih tahu Jet
Lie atau Jackie Chan. Meski Wen Jiabao orang ”jadul”, tetapi ia tidak terlalu malu untuk menjadi salah seorang digital
migrant dengan memajang dirinya di Facebook.

Berkat usahanya mengkapling ”ruangan” di Facebook, plus berkat kepedulian dan kehadiran Wen Jiabao mengunjungi
korban gempa bumi Sichuan, popularitasnya sebagai politisi meningkat dengan menduduki 10 besar politisi dunia. Meski
tidak sefantastis Obama di urutan pertama yang menggaet lebih dari 1 juta pendukung, Wen didukung 20.136 netter.

Di negeri sendiri, blog artis sinetron Sandra Dewi yang baru diluncurkan beberapa waktu lalu sudah menggaet lebih dari
8.000 anggota dengan ribuan pengunjung.

Sayangnya, blog tidak dimanfaatkan para politisi Indonesia, khususnya anggota DPR. Padahal, jika anggota DPR nge-
blog, ia akan lebih dekat dengan konstituen, toh internet sudah sampai ke desa-desa. Belum pernah terdengar anggota
DPR nge-blog seperti Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono. Sejumlah anggota DPR justru ramai dibicarakan di blog
karena kena co- kok KPK. Beberapa anggota lainnya malah menjadi ”bintang” blog karena ketahuan berbuat mesum.

Akan tetapi, percayalah, masih banyak politisi dan anggota DPR yang baik dan berakhlak mulia, yang mungkin siap-siap
nge-blog agar bisa berdekat-dekat dengan konstituen. Bukankah Pemilu 2009 sudah semakin mendekat?




Sumber: http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/07/03/00133578/cerita.tentang.politisi.dan.blog

 Untuk selanjutnya saya pun banyak mencari tips dari para blogger lainnya di antaranya 


Begitu.






Share:

Tuesday, 15 March 2016

Dulu Angon Bebek, Kini Beternak Blog



KOMPAS.com - Orang-orang dengan profesi baru di media sosial seperti sekarang ini tidak muncul begitu saja. Mereka adalah para penyintas yang berjuang untuk bertahan hidup dan tetap eksis.

 Mereka yang semula angon bebek atau pembawa acara ulang tahun kini menjadi selebritas di dunia maya dengan penghasilan lebih dari cukup.

 Mari simak potongan kisah hidup Eko Purwanto (22), yang kini berprofesi sebagai internet marketer berpenghasilan Rp 120 juta per bulan lewat blog dan aplikasi Android. Pria kelahiran Karanganyar, Jawa Tengah, itu sengaja mengubah namanya di dunia maya menjadi Eka Lesmana. Biar lebih kekotaan, katanya.

 Sebagai remaja dari keluarga sederhana, Eko tak mampu melanjutkan sekolah setelah lulus SMP karena biaya. Dia lantas membantu pamannya angon atau menggembala bebek selama enam bulan. Setelah itu, bibinya mengajaknya bekerja di pabrik ragi di Solo selama setahun. Lantas pindah bekerja di toko seprai di Yogyakarta.

 Di Kota Gudeg inilah, Eko bertemu seorang pembeli yang setiap hari belanja Rp 3 juta-Rp 5 juta.

 "Saya tanya, kok, tiap hari belanjanya banyak sekali. Dia jawab, katanya jualan online (daring). Saya tertarik lalu belajar otodidak di warnet. Saya mulai dari nol karena internet saja tidak kenal," jelas Eko.

 Eko melihat internet dapat memperbaiki taraf hidupnya. Ia pun meluangkan waktu empat jam setiap malam selepas kerja untuk menjajal internet.

 Tiga bulan kemudian ia mampu membuat laman untuk jualan secara daring. Dagangannya seprai dari toko yang dijaganya. Setiap hari, ia mengeluarkan Rp 10.000 untuk biaya sewa di warnet sehingga sebulan bisa habis Rp 300.000. Padahal, gajinya hanya Rp 800.000.

 Eko kemudian nekat meminjam uang Rp 3 juta kepada majikan tokonya untuk membeli laptop yang dibayar secara cicilan dengan cara potong gaji tiap bulan. Dengan begitu, ia tidak perlu ke warnet.

 "Potong gaji Rp 300.000, masih ditambah keluar Rp 100.000 untuk pulsa internet. Sisanya Rp 400.000 hanya cukup untuk makan. Saya bertahan karena memang hobi otak-atik," kata Eko yang sempat ditegur orangtuanya karena penghasilannya tak sebesar teman-teman sebayanya di kampung.

 Kini Eka, eh, Eko bisa membuktikan bahwa ia bisa berhasil lewat internet.

 "Sampai sekarang, orangtua juga enggak paham apa itu internet. Hanya tahu saya dapat uang dengan online menghadap komputer. Makanya, di kampung saya dipanggil Eko Onlen."

 Eko masih terus bekerja di toko seprai, termasuk di cabang toko itu yang berada di Semarang. Penghasilannya dari internet saat itu baru beberapa ratus dolar AS per bulan.

 Baru tahun 2014 ia berani untuk penuh waktu berpenghasilan dari internet. Eko kembali ke kampung halaman di Jumantono, Karanganyar, dan bekerja dari rumah. Istrinya juga ia ajari internet marketing dan sudah menghasilkan. Rata-rata sehari ia menghabiskan waktu delapan jam untuk mengurusi blog-blognya, mulai dari mengisi konten hingga optimasi. Dari hasilnya ini, Eko mampu membangun rumah, membeli tanah, dan sejumlah investasi lain.

 Perjuangan serupa dialami Edho Zell Pratama (26), Youtuber. Semula dia hanya mencari jalan agar dapat bertahan hidup di Jakarta ketika jauh dari orangtua. Dengan kemampuan seadanya, dia menjadi MC di berbagai acara ulang tahun rekan-rekannya.

 Sempat mendirikan boyband, Mr Bee, tetapi tak pernah jaya. Berulang kali ikut casting untuk beberapa acara televisi, toh, tak membuahkan hasil yang bagus.

 "Hasilnya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan makan, he-he-he," ujarnya.

 Butuh waktu

 Di tengah beragam usaha itu, Edho juga mengunggah beberapa video, yang dia anggap lucu dan menarik, ke Youtube. Itu dia lakukan setelah melihat ledakan lipsync duo Sinta dan Jojo lewat lagu "Keong Racun".

 Akan tetapi, respons pengguna Youtube terhadap video Edho sepi-sepi saja. Edho sempat menjadi host acara komedi di sebuah stasiun televisi swasta, tetapi baginya itu kurang mendongkrak taraf hidupnya.

 Hingga suatu hari, pihak Youtube mengontak dia untuk latihan membuat video. Rupanya, video-video Edho terdahulu di Youtube mendapat perhatian. Edho pun menyambut baik tawaran itu dan terus latihan hingga bisa seperti sekarang ini.

 Dia memiliki pelanggan atau subscriber sebanyak 551.910 pengguna Youtube. Di Instagram, pengikutnya mencapai 718.000 akun.

 Semua itu adalah sumber uang yang menghidupi Edho. Dia kini mempunyai mobil, apartemen, dan tiga pegawai yang membantunya berkreasi.

 "Dulu, saya kos di bangunan tripleks, sekarang di apartemen. Semua itu dari Google atau Youtube."

 Semua butuh waktu. Seperti halnya perjalanan hidup Hanny Kusumawati (31), yang kini dikenal sebagai penulis perjalanan. Awalnya, dia penulis cerita, proposal, hasil riset, cerita pendek, artikel, dan lain sebagainya. Kecintaan Hanny kepada dunia tulis-menulis itu muncul sejak dia kecil.

 Tahun 2005, dia mulai menulis di blog pribadinya, Beradadisini.com, tentang pemikiran dan pengalamannya. Dua tahun kemudian, seiring populernya blog, tulisan Hanny dikenal banyak orang. Ketika Hanny mulai sering melakukan perjalanan, catatan pribadinya itu juga kemudian mencakup catatan perjalanan.

 "Mungkin itu sebabnya ada orang-orang yang berpikir bahwa saya adalah seorang travel writer," kata Hanny.

 Tulisan-tulisan itu yang kemudian mengantarkan Hanny ke sejumlah negara, seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Vietnam, Hongkong, Makau, Taiwan, India, Pakistan, Spanyol, Portugal, Ukraina, Kazakhstan, Perancis, dan Yunani. Tentu juga berbagai tempat di Tanah Air. Sebagian besar perjalanan itu didanai pengundang.

 Kunci perubahan hidup Hanny, Eko, dan Edho adalah semangat untuk belajar agar keluar dari impitan hidup, serta bergaul dengan teknologi yang terus berubah. Mereka meyakini bahwa selama mau bekerja keras, hidup pun akan melunak dan berpihak kepada mereka.

 Keyakinan itu juga yang dipegang Jumanto (40) alias Kang Jum, kuli bangunan yang merangkap sebagai bloger berkat ketekunannya belajar internet secara otodidak. Tahun 2011, sejak ia mulai belajar, Jum tertarik dengan blog dan Adsense. Adsense adalah program kerja sama periklanan yang diselenggarakan Google. Pemasang iklan akan membayar lewat Google setiap kali iklan mereka yang berada di blog, Youtube, aplikasi bergerak, atau gim diklik oleh pengunjung. Dari tulisan-tulisan yang ia unggah di blognya, Jum mulai mendapat hasil. Mula-mula hanya 1 atau 2 dollar per hari lama-lama semakin besar.

 "Saya ingin menunjukkan bahwa kuli bangunan itu bukan profesi yang rendah," kata Jum yang masih aktif menjadi kuli bangunan.

 Kini, ada 12 blog yang masih aktif dikelolanya serta beberapa kanal Youtube. Sebagian besar dalam bahasa Inggris dan membahas, antara lain, tentang metafisika, perdagangan valuta asing, dan kesehatan.

 Salah satu blognya, yakni Kangjum.com, didedikasikan bagi mereka yang ingin belajar internet marketing. Setiap malam, ada 3-20 orang yang rutin berkunjung ke rumahnya di Desa Singocandi. Jum tidak memungut bayaran. Ia juga melayani orang yang ingin belajar secara daring.

 Adapun Eko, sempat punya 12 blog yang dimonetisasi. Sekarang, ia hanya menyisakan enam blog ditambah sejumlah aplikasi yang diluncurkannya di pelantar Android. Di situlah dia mendapat kejayaan dan pengakuan. Blog menjadi angsa bertelur emas. Eko yang dulu angon bebek, sekarang "beternak" blog.... (Mohammad Hilmi Faiq, Sri Rejeki, & Dwi As Setyaningsih)

Artikel ini ditayangkan Kompas.com Jum'at, 4 Maret 2016
http://regional.kompas.com/read/2016/03/04/07000071/Dulu.Angon.Bebek.Kini.Beternak.Blog?page=all
Ilustrasi
Share: