Berbagi Sebening Hati

Saturday 4 June 2016

Seputar nge-Blog: Apa sih Ngeblog Itu?


Di antara kita mungkin masih ada yang belum tahu tentang nge-Blog. Bahkan andaikata sudah mengetahuinya, terkadang masih memiliki persepsi yang keliru. Seperti misalnya seorang yang aktif memposting tulisannya pada blog keroyokan semacam Kompasiana, atawa Indonesiana, dia melihat kalau ngeblog itu hanyalah menyajikan reportase berita saja, dan menganggap postingan yang tidak bersifat reportase bukanlah gawenya seorang Blogger. Hadeuh!

Nah, untuk itu ada baiknya kita simak yang diuraikan rekan Blogger kuncunk, yang mengatakan:

Pada dasarnya dalam menyampaikan unek - unek ataupun yang dalam pikiran kita tidak harus berbicara langsung ataupun curhat empat mata dengan seseorang. Di zaman sekarang ini banyak cara yang bisa di lakukan. Bisa lewat puisi, ataupun karya tulis yang biasa kita temukan di sebuah blog. Dan cara penyampaian nya pun berbeda beda, ada yang lewat sebuah cerita atau banyak cara yang bisa kita lakukan dan tidak langsung ke pokok permasalahan yang akan kita utarakan.
Blog itu apa sih?
Seperti yang saya sebutkan di atas, dalam menyampaikan unek unek kita bisa lewat blog. Nah sekarang yang akan saya bahas disini adalah pengertian dari sebuah blog. Saya sempat mencari cari di rumahnya mamang google arti sebuah blog dan saya menemukannya di Wikipedia, blog itu singkatan dari web blog adalah bentuk aplikasi web yang menyerupai tulisan tulisan pada sebuah halaman web umum. Tulisan tulisan ini seri di muat dalam urut terbalik (isi terlebih dahulu baru kemudian di ikuti isi yang lebih lama), meskipun tidak selamanya demikian.
Berdasarkan arti blog yang saya dapat tersebut, saya sendiri dapat menyimpulkannya bahwa ngeblog itu ya harus menulis mengenai apa saja yang ada di otak kita. Namun belakangan ini saya banyak menemukan berbagai macam blog yang hanya membagikan sebuah berkas dengan rincian berkasnya saja tanpa adanya sepenggal kalimat yang di utarakan oleh admin blog tersebut. Penomena tersebut tidak hanya terjadi di MyWapBlog saja melainkan di platform blog lainnya juga banyak yang seperti itu

Sedangkan Blogger Sugeng Riyadi mengatakan:

Jika sobat bener-bener baru dalam dunia blog, maka kemungkinan sobat masih belum begitu paham apa itu blog.

Di internet sebenernya sudah banyak artikel-artikel yang membahas apa itu blog, tapi di sini saya akan memberikan penjelasan gampangnya saja.
Blog adalah satu dari sekian banyak jenis website yang ada di internet.
Contoh jenis website yang ada di internet adalah:
  • Portal berita (contohnya: detik.com, kompas.com, dll.)
  • Social Networking (contohnya: facebook.com. twitter.com, dll.)
  • Search Engine (contohnya: google.com, yahoo.com, dll.)
  • Forum (contohnya: kaskus.co.id, ads.id, dll.)
  • Toko Online (contohnya: bhinneka.com, lazada.co.id, dll.)
  • BLOG (contohnya: SUGENG.ID, SUGENG.ID, SUGENG.ID, DLL.)
  • DLL.
Terus apa bedanya blog dengan jenis website yang lain?
Jawabannya: BEDANYA BANYAK…
Satu hal yang paling membedakan antara blog dengan jenis website yang lain adalah fungsi dari blog itu sendiri.
Fungsi utama dari blog pada awalnya adalah untuk memudahkan orang menulis catatan pribadi di internet.
Tapi saat ini blog sudah memiliki banyak fungsi. Mulai dari sebagai tempat catatan pribadi, tempat berbagi opini dan informasi, untuk keperluan politik, sampai untuk keperluan bisnis.
Share:

Friday 3 June 2016

Termasuk Kelompok Mana Bentuk Wajah Anda: Teroris, Fedofil, atau Koruptor?



Bisakah Anda menentukan seseorang sebagai penjahat seperti teroris, pedofil, atau koruptor dari tengah kerumunan orang? Di situs resmi perusahaan teknologi Israel, Faception,  mengatakan bentuk wajah dapat digunakan untuk memprediksi kepribadian dan perilaku seseorang.

Klaim ini didasari pada kombinasi dari dua hal berikut:
1. Dipengaruhi oleh gen.
Gen dikatakan memainkan peran lebih besar dalam menentukan ciri-ciri kepribadian seseorang seperti keterampilan dan kemampuan sosial ketimbang cara dia dibesarkan oleh orang tua, peneliti mengklaim.

Para peneliti dari Universitas Edinburgh mempelajari lebih dari 800 pasangan kembar identik dan non-identik untuk mengetahui apakah gen memiliki efek lebih besar membuat orang-orang sukses dalam hidup. Ditulis dalam Journal of Personality, para peneliti menemukan bahwa kembar identik dua kali lebih mungkin memiliki ciri-ciri kepribadian yang sama dari pada kembar non-identik. Itu menunjukkan bahwa karakter manusia sangat ditentukan oleh DNA.

2. Wajah adalah refleksi dari DNA kita.
Para peneliti telah mengidentifikasi lima gen yang membentuk wajah seseorang. Para peneliti sebelumnya menyadari bahwa genetika memainkan peran besar dalam menentukan bentuk wajah, setelah menemukan kembar identik berbagi DNA. Namun, hanya sedikit yang diketahui tentang kira-kira gen mana yang terlibat. Tiga gen dianggap memiliki peran dalam susunan fitur wajah, dan penelitian terbaru menegaskan keterlibatan gen-gen tersebut.

Dari percobaan yang dilakukan terhadap tikus, para peneliti mengidentifikasi ribuan daerah kecil DNA yang mempengaruhi perkembangan fitur wajah. Para peneliti mengatakan bahwa meskipun uji coba dilakukan pada hewan, wajah manusia adalah mungkin berkembang dengan cara yang sama. Bahkan, temuan diklaim sudah sangat mungkin menghasilkan beberapa kesimpulan tentang penampilan tersangka kejahatan dari DNA mereka sendiri.

Atas dua prinsip itulah Faception mengklaim dapat mengidentifikasi teroris hanya dengan mengidentifikasi wajah. Perusahaan sebagaimana dilansir dari laman Mirror, 25 Mei 2016, menggunakan 15 klasifikasi untuk menganalisis rincian wajah yang tidak dapat terdeteksi dengan mata telanjang, bahkan dengan tingkat akurasi 80 persen.

"Kami memahami manusia jauh lebih baik daripada manusia saling memahami," kata kepala eksekutif Faception Shai Gilboa. "Kepribadian kita ditentukan oleh DNA dan tercermin di wajah kita. Ini semacam sinyal."

Faception mengatakan teknologi tersebut telah sukses mengidentifikasi sembilan dari 11 tersangka teror Paris, tanpa diberi informasi apapun tentang keterlibatan mereka.

Teknologi ini tidak hanya dapat digunakan untuk mengidentifikasi teroris tetapi juga pedofil, jenius, penjudi (pemain poker) dan penjahat kerah putih.

Berikut adalah 8 dari 15 klasifikasi yang ditetapkan Faception untuk menentukan karakter seseorang:

Orang berkualitas unggul
Diberkahi dengan keterampilan penalaran, seperti logika, keterampilan spasial. Orang-orang ini bisa menghasilkan sesuatu sendiri, pemikir bebas dan pengusaha. Sangat berbakat, cenderung berorientasi kurang sosial, memegang teguh nilai kebenaran, dan berorientasi pada fakta dan logika lebih dari hubungan emosional. Mereka juga kreatif dan berpikiran independen, dengan kemampuan konsentrasi yang luar biasa, memiliki intelektualitas tinggi dan kapasitas mental yang memadai

Peneliti akademik
Diberkahi dengan pemikiran runut, kemampuan analisis yang tinggi, banyak ide, pemikiran yang mendalam dan serius. Kreatif, dengan kemampuan konsentrasi tinggi, kapasitas mental kuat, dansangat bergantung pada data dan informasi.

Pemain Poker Profesional
Diberkahi dengan kemampuan konsentrasi yang tinggi, ketekunan dan kesabaran. Berorientasi pada tujuan, analitis, dengan rasa humor yang kering. Diam, tanpa emosi dan ekspresi emosional. Berpikiran tajam, dengan persepsi kritis yang tinggi.

Pemain Bingo
Diberkahi dengan mental yang sangat kuat, konsentrasi tinggi, berjiwa petualang, dan kemampuan analisis yang kuat. Cenderung kreatif, dengan orisinalitas tinggi dan imajinasi, dan memiliki indera yang tajam.

Promotor Merek
Diberkahi dengan kepercayaan diri tinggi, kepribadian yang berwibawa, karismatik dan magnetik. Memiliki kecerdasan an kemampuan verbal yang tinggi. Cenderung untuk bersikap baik, ramah, langsung dan sangat praktis.

Penjahat Kerah Putih (antara lain koruptor, penggemplang pajak)
Cenderung memiliki harga diri yang rendah, IQ yang tinggi dan karisma. Sering cemas, tegang dan frustrasi, namun kompetitif, ambisius dan dominan. Biasanya suka mengambil risiko dan memiliki rasa humor yang kering.

Teroris
Cenderung agresif, aktif, mencari sensasi, kejam dan keadaan psikologis yang tidak seimbang. Biasanya menderita perubahan suasana hati, rasa rendah diri dan tidak tenang.

Pedofil
Menderita tingkat tinggi kecemasan dan depresi. Introvert, tidak memiliki emosi, sangat berhitung, cenderung pesimis, rendah diri, dan suasana hati yang terus berubah-ubah.

Sumber: Tempo.co
Share:

Wednesday 1 June 2016

Bila Anak Anda Jadi Korban Kekerasan Seksual



Sebagai orang tua yang memiliki anak perempuan, atau lelaki sekalipun, sekarang ini bisa jadi sering merasa cemas dan khawatir kalau suatu saat anak kita menjadi korban kekerasan seksual. Baik sekedar berupa pelecehan, maupun – Na’udzubillah, pemerkosaan yang diakhiri dengan  penghilangan nyawa korban. Apalagi di media – televisi dan koran, saban hari selalu saja ada pemberitaan terkait tindak kejahatan yang satu ini.

Kejahatan dalam mengumbar nafsu berahi tidak hanya dilakukan oleh mereka yang memang telah memiliki stigma buruk dalam hidup kesehariannya, orang yang di mata masyarakat sebagai sosok panutan, atau keluarga dekat sekalipun suatu saat tanpa disangka-sangka bisa saja berubah menjadi seorang maniak yang membabi-buta mengumbar nafsu syahwatnya dengan cara sadis dan di luar kewajaran.

Seperti yang terjadi baru-baru ini di daerah saya, seorang ibu dari kampung sebelah melaporkan kejadian yang menimpa anak gadisnya pada polisi. Berdasarkan pengaduannya, anak gadisnya telah dijadikan ‘model’ video esek-esek dengan cara-cara yang biadab oleh teman-teman prianya. Dan video itu belakangan ini telah beredar luas melalui telpon seluler (HP).

Konon setelah dilakukan penyidikan oleh pihak yang berwajib, ABG siswi sebuah SMA itu selama ini menjalin hubungan khusus dengan teman satu sekolahnya. Keduanya berpacaran sampai suatu saat terjadilah hubungan intim di tempat teman prianya itu.

Tanpa dinyana, hubungan intim ABG berlainan jenis itu ternyata diabadikan melalui HP oleh beberapa orang teman prianya tanpa diketahui anak perempuan itu.dan setelah hubungan intim kedua sejoli itu selesai, teman-teman pria dari kekasih si gadis pun muncul dari persembunyiannya sambil memperlihatkan hasil rekaman yang baru saja terjadi

Betapa kagetnya si gadis, sedangkan teman prianya hanya senyam-senyum saja. Karena berdasarkan pengakuannya kemudian di depan pihak kepolisian, hal itu telah direncanakan memang bersama ‘geng’-nya itu. Dan si gadis lebih terperanjat lagi tatkala teman-teman pacarnya meminta ‘jatah’ seperti yang telah dilakukan barusan bersama pacarnya tersebut. Apabila tidak mau, mereka mengancam bahwa hasil rekaman tadi akan diedarkan.

Apa boleh buat. Dengan terpaksa si gadis pun melayani hasrat bejat mereka. Yang penting kelakuannya tidak diketahui khalayak ramai. Akan tetapi harapan si gadis tidaklah seperti yang dijanjikan semula. Belakangan rekaman itu telah beredar luas. Hingga ibu si gadis pun ahirnya mengetahuinya pula

Dari kejadian itu, ibu si gadis itu pun ahirnya mengaku kalau selama ini dirinya kurang melakukan kontrol terhadap ananknya. Dirinya kadung percaya kalau anak gadisnya dianggap sudah dewasa, dan sudah mampu menjaga diri.

Begitulah. Ragam kejahatan seperti itu tidak menutup kemungkinan bisa saja menimpa anak kita juga. apabila hal seperti itu terjadi, sebagai orang tua kita sudah tentu merasa terpukul – seperti ibu si gadis itu. Betapa nama baik keluarga pun menjadi tercoreng hitam. Apalagi kondisi masyarakat kita yang masih mudah memberi stigma buruk terhadap korban. ***

Pernah Dimuat di Kompasiana


Share:

Di Bawah Pohon Sukun Itu, Pancasila Dilahirkan



Pada 1 Juni 1945, Bung Karno menyampaikan pidato dalam rapat besar Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

Di dalam rapat itu Bung Karno secara berapi-api menyadarkan peserta rapat tentang perlunya Indonesia memiliki dasar negara yang menjadi pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara.

Lima prinsip dipaparkan Soekarno beserta relevansinya bagi bangsa Indonesia. Kelima butir itulah yang disebut Soekarno sebagai Pancasila.

Ini pula yang mendasari penetapan 1 Juni sebagai hari lahirnya Pancasila.

Proses perenungan Bung Karno

Buah pemikiran Soekarno akan Pancasila tidak muncul secara tiba-tiba. Pancasila hadir sebagai hasil dari proses perenungan diri Bung Karno selama empat tahun diasingkan ke Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur.

Pada 14 Januari 1934, Bung Karno bersama sang istri, Inggit Garnasih serta ibu mertua (Ibu Amsi) dan anak angkatnya, Ratna Djuami, tiba di rumah tahanan yang terletak di Kampung Ambugaga, Ende.

Kehidupan Soekarno dan keluarga di Ende serba sederhana dan jauh dari hiruk-pikuk politik seperti di kota besar.

Dibuangnya Soekarno ke daerah terpencil dengan penduduk berpendidikan rendah memang sengaja dilakukan Belanda untuk memutus hubungan Soekarno dengan para loyalisnya.

Dikutip dari buku "Bung Karno dan Pancasila, Ilham dari Flores untuk Nusantara", Soekarno jadi lebih banyak berpikir daripada sebelumnya.

Dia mulai mempelajari lebih jauh soal agama Islam hingga belajar soal pluralisme dengan bergaul bersama pastor-pastor di Ende.

Tak banyak yang bisa dilakukan Bung Karno di tempat pengasingan yang begitu jauh dari Ibu Kota itu.

Sehari-hari, Soekarno memilih berkebun dan membaca. Untuk membunuh kebosanannya dengan aktivitas yang monoton itu, jiwa seni Bung Karno kembali tumbuh.

Dia mulai melukis hingga menulis naskah drama pementasan.

Di sela kegiatan seninya, Soekarno berkirim surat dengan tokoh Islam di Bandung bernama T. A. Hassan dan berdiskusi cukup sering dengan pastor Pater Huijtink.

Dari sinilah Soekarno menjadi lebih relijius dan memaknai keberagaman secara lebih dalam.

Sebuah tempat favoritnya untuk berkontemplasi adalah di bawah pohon sukun yang menghadap langsung ke Pantai Ende.

Pohon sukun itu berjarak 700 meter dari kediaman Soekarno. Biasanya, Soekarno pergi sendiri ke tempat itu pada Jumat malam.

Di tempat itulah, Soekarno mengaku buah pemikiran Pancasila tercetus.

Ia memiliki cerita sendiri soal itu. Berikut yang dikisahkan Soekarno:

"Suatu kekuatan gaib menyeretku ke tempat itu hari demi hari... Di sana, dengan pemandangan laut lepas tiada yang menghalangi, dengan langit biru yang tak ada batasnya dan mega putih yang menggelembung.., di sanalah aku duduk termenung berjam-jam. Aku memandangi samudera bergolak dengan hempasan gelombangnya yang besar memukuli pantai dengan pukulan berirama. Dan kupikir-pikir bagaimana laut bisa bergerak tak henti-hentinya. Pasang surut, namun ia tetap menggelora secara abadi. Keadaan ini sama dengan revolusi kami, kupikir. Revolusi kami tidak mempunyai titik batasnya. Revolusi kami, seperti juga samudra luas, adalah hasil ciptaan Tuhan, satu-satunya Maha Penyebab dan Maha Pencipta. Dan aku tahu di waktu itu bahwa semua ciptaan dari Yang Maha Esa, termasuk diriku sendiri dan tanah airku, berada di bawah aturan hukum dari Yang Maha Ada."

Ketika menjadi Presiden pertama Indonesia, Bung Karno kembali mengunjungi Ende pada tahun 1950.

Bung Karno tidak lupa pada pohon sukun favoritnya itu. Di sanalah Bung Karno bercerita proses pencetusan Pancasila yang kini ditetapkan sebagai dasar negara.

Sejak tahun 1980-an, pohon sukun itu kemudian dikenal menjadi Pohon Pancasila. Namun, pohon aslinya sudah mati pada tahun 1970-an.

Pemerintah setempat menggantinya dengan anakan pohon yang sama di lokasi yang sama.


 Sumber:  Kompas.com
Share:

Tuesday 31 May 2016

Humor ala Gus Dur: Dialog Presiden dengan Tuhan




Ceritanya para presiden dan pemimpin negara berdialog dengan Tuhan.

Presiden AS Ronald Reagen: Tuhan, kapan negara kami makmur?, Tuhan jawab, "20 Tahun lagi". Presiden AS menangis.

Presiden Prancis Sarkozy: Tuhan, kapan negara Prancis makmur? Tuhan menjawab: "25 Tahun lagi." Mendengar jawaban Tuhan, Presiden Prancis menangis.

PM Inggris Tony Blair: "Tuhan, kapan negara Inggris bisa makmur?" Tuhan menjawab: "20 Tahun lagi." PM Tony Blair ikut juga menangis.

Presiden Gus Dur: "Tuhan, kapan negara Indonesia bisa makmur?" Tuhan tidak jawab, gantian Tuhan yang menangis

Sumber: gusdur.net
Share:

Tulisan almarhum Gus Dur Tentang Laksamana Cheng Ho



Laksamana itu Seorang Penyebar Agama
Menuliskan riwayat singkat Cheng Ho (Ma Zeng He) bukanlah kerja yang mudah. Pertama, ia dikenal oleh dua kalangan yang berbeda sebagai muslim dan non-muslim. Dari sudut kemuslimannya, ia adalah seorang dari jutaan orang manusia Tionghoa yang dulunya beragama Islam. Baru kemudian, masjid yang didirikannya lalu digunakan sebagai klenteng (Bio). Dalam sebuah buku berbahasa Prancis yang terbit beberapa tahun lalu, Quatorze Neuf Deux, dinyatakan bahwa ada lima buah kejadian besar yang mengguncangkan dunia. Buku itu menceritakan bahwa pada bahwa tahun 1492, Vasco Da Gamma mencapai kepulauan Bermuda di Amerika Tengah. Dari peristiwa itu, di kemudian hari akan menyusul gelombang datangnya orang-orang Eropa utara (terutama Inggris, Prancis dan Jerman) ke Benua Amerika.

Di samping mereka, ada juga orang-orang Spanyol dan Portugis, yang sekarang membentuk bangsa-bangsa yang hidup di Amerika Tengah dan Selatan. Kedua-duanya sekarang ini dimudahkan penyebutannya menjadi Amerika Latin. Begitu pula, tidak dapat dilupakan orang-orang hitam, yang untuk menghormati mereka disebut sebagai Afro-America, dahulunya bernama Negro. Di kemudian hari, datang juga ke Amerika Serikat para imigran dari Italia, disusul imigran dari berbagai daerah terutama Russia, Armenia, Yunani, dan Lebanon. Sedang dari arah barat datanglah orang-orang Jepang dan Tionghoa, dan abad yang lalu orang-orang India (terutama Bangalore Hyderabad). 

Manusia Indonesia sendiri hanya berjumlah puluhan ribu orang, dan tidak perlu dimasukan ke dalam komponen para pembentuk Amerika Serikat. Oleh sementara orang, kesemuanya itu disebut sebagai ‘panci adukan’ (melting pot), yang sekarang disanggah oleh sementara pihak.

Pada waktu itu, kaum Tionghoa muslim telah berkembang pesat, setidaknya di pantai utara pulau Jawa. Mereka segera ‘berhadapan’ dengan pihak-pihak berbagai agama yang sudah ada terlebih dahulu, seperti kaum Hindu-Budha, terkenal dengan sebutan kaum Bhairawa (sekarang juga disebut Birawa). Dengan meninggalkan Candi Prambanan dan Borobudur, kaum Hindu-Budha itu pindah ke Jawa Timur dari kawasan Klaten sekarang di bawah pimpinan Mpu Sindok dan menirikan Kerajaan Medang dengan raja terakhir bernama Dharmawangsa. Setelah Medang dihancukan Sriwijaya, keturunan Dharamawangsa yaitu Raja Erlangga mendirikan Kerajaan Kahuripan. Di akhir hayatnya Airlanga membagi dua Kahuripan menjadi Panjalu (Kediri) dengan ibukota Daha dan Jenggala beribukota di Kahuripan. Agama Hindu-Budha itu kemudian berkembang menjadi Kerajaan Singosari di sebelah utara Malang. Raja terakhirnya Prabu Kertanegara, mengambil menantu Raden Wijaya.

Ketika Raden Wijaya memberontak ia tidak mendirikan kerajaan di kawasan Gunung Bromo atau Pujon. Apa yang dilakukannya adalah mendirikan kerajaan baru di Terik, kawasan pinggiran sungai Brantas di daerah Krian. Dugaan penulis Terik adalah penyebutan lain dari kata Thariqah, artinya kalangan tarekat yang melaksanakan ajaran-ajaran tasawuf. Mengapakah mereka mendirikan Majapahit di Terik? Kemungkinan besar karena perlindungan angkatan laut Tiongkok yang sudah menjadi muslim itu. Raden Wijaya yang menurut penulis datang dari Marga Ui, memiliki penduduk beragama Islam dan agama Hindhu dan Budha. Kerajaan baru itu pada abad–abad berikutnya menampilkan Mpu Tantular dengan Negara Kertagama nya dengan slogan Bhinneka Tunggal Ika. Ini menunjukkan dengan jelas bahwa ia menyerap salah satu semangat bangsa ini yang sejak dahulu -setidaknya 8 abad yang lalu sudah memiliki pluralitas/kemajemukan yang tinggi.

Di samping kejadian di atas, sekitar penghabisan Abad XV dan permulaan Abad XVI, ada empat kejadian penting yang menentukan jalannya sejarah dunia di kemudian hari. Terlebih dahulu adalah terjadinya sikap mengalah dari sebuah kerajaan Islam di daerah Pantai Barat Afrika Tengah. Ketika itu, sebuah kapal layar Eropa mendarat di pantai kawasan tersebut. Ketika terjadi pertempuran senjata antara mereka melawan penduduk setempat maka para pelaut itu menggunakan senjata api untuk bertahan. Segera saja mereka yang bersenjata api -penduduk setempat menamai mereka sebagai setan dengan senjata berlidah api- menguasai kawasan itu, dan memaksa kerajaan Islam itu berpindah dari daerah pantai ke kawasan hutan di tengah-tengah benua Afrika.

Hal ketiga adalah ketika keluarga Borgia berhasil menjadikan salah seorang warga mereka menjadi Paus Alexander VI. Wangsa Borgia menggunakan uang, jabatan dan wanita untuk “mengangkat” warga mereka itu menjadi Paus. Hal ini menjadi salah satu penyebab perbedaan pandangan di antara Gereja Katholik dan sebagian para pemrotes yang kemudian dinamai kaum Protestan terlibat dalam perselisihan besar (skisma). Skisma/perpecahan antara Gereja Katholik dan Gereja Protestan akhirnya, membawa kepada perpecahan formal antara Gereja Katholik dan Gereja Protestan dalam bentuk berbagai sinoda.

Kejadian lainnya pada era itu adalah, ketika wangsa Kazimierski di Polandia memenangkan pertempuran atas wangsa Muscovit di Russia. Segera mereka harus memecahkan masalah apakah wangsa Muscovit boleh menggunakan bahasa Russia sebagai bahasa resmi, dan bukannya bahasa Polandia. Wangsa Kazimierski tersebut memutuskan bahasa Russia, dan bukannya bahasa Polandia sebagai bahasa nasional orang-orang Russia. Keputusan fundamental ini berakibat setengah abad kemudian orang-orang Russia kembali menggumpulkan kekuatan, dan berhasil mengalahkan bangsa Polandia. Apalagi setelah kaum komunis (Bolshevik) di bawah pimpinan V.I Lenin mendirikan partai komunis Uni Soviet (PKUS) menjelang tahun 1917.

Kejadian besar kelima yang merubah jalannya sejarah, terjadi ketika seorang Kaisar cilik diangkat menggantikan ayahnya yang baru saja meninggal dunia. Dan diangkatlah seorang wali negara, yang tadinya adalah menteri peperangan. Karena ia adalah seorang pemeluk agama Konghucu yang taat, maka ia sangat takut kepada kaum muslim di kawasan rantau (hoa kiau), yang umumnya sudah menjadi muslim. Begitu ia menjadi wali negara, maka diperintahkannya kapal-kapal laut kerajaan untuk kembali ke kawasan pesisir daratan Tiongkok dan dibakar.

Segera terputuslah segala jenis komunikasi antara kawasan Rantau tersebut dengan daratan Tiongkok. Penduduk rantau yang tadinya adalah kaum Tiongkok muslim, menjadi terserap sebagai penduduk bumiputra, dan angkatan laut Tiongkok, yang tadinya menguasai lautan antara pulau Madagaskar di kawasan timur Afrika dan Ascunsion di Pulau Tahiti (lautan Pasifik), juga menjadi penduduk bumiputra. Untuk dua abad lamanya hubungan antara kawasan-kawasan tersebut dengan daratan Tiongkok terputus sama sekali. Maka kejayaan Tiongkok itu lalu di klaim antara lain oleh Majapahit, dengan konsepnya yang sekarang dinamai persemakmuran (commonwealth). Cheng Ho pada permulaan abad ke-15, yang memimpin angkatan laut Tiongkok lalu harus melakukan ekspedisi laut tujuh kali saja, dan berakhir ketika ia meninggal dunia karena sakit di Kerala (India).


Kenyataan-kenyataan sejarah seperti ini memaksa kita untuk mengerti, bahwa dua abad berikut barulah orang-orang Belanda dapat mendatangkan orang-orang Tionghoa kemari. Mereka kemudian membawa agama Budha, Konghucu dan tentu saja agama Tao. Kemudian pemerintahan Orde Baru ‘menyatukan’ penganut Budha, Tao dan Konghucu dalam apa yang dinamakan kaum Tri Dharma, terutama dibawakan oleh Walubi (Perwalian Umat Buddha Indonesia). Bagaimana dengan jasa Cheng Ho? Setelah ia meninggal dunia di kawasan Kerala itu, kawasan-kawasan yang didirikannya lalu berkembang pesat, seperti Singapura. Dari sini ternyata, bahwa seseorang pemimpin dengan membawa peranannya yang besar, dapat menimbulkan perubahan-perubahan sangat besar dalam sejarah manusia. Sangat indah hal itu, bukan?

Sumber: Gus Dur
Share: