Berbagi Sebening Hati

Saturday, 16 April 2016

Susi Pudjiastuti Tidak Tamat SMA Saja Bisa Jadi Menteri di Kabinet Presiden Jokowi


Sosok perempuan kelahiran 15 Januari 1965 dari Pangandaran, Jawa Barat ini cukup fenomenal memang. Betapa tidak, memulai bisnis sekitar 1983 lalu sebagai pengepul ikan dengan menjual sebuah perhiasan gelang, sekarang ini Susi memiliki 50 pesawat berbagai jenis di bawah bendera Susi Air, serta sebelumnya sebuah pabrik pengolahan ikan dengan nama PT ASI Pudjiastuti Marine Product.  Kemudian saat Presiden Joko widodo mengumumkan Kabinet Kerja-nya, Susi pun dipanggil sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan.
Perempuan ini  padahal sekolahnya hanya sampai kelas dua SMA, dan di tangannya hanya memiliki ijasah SMP saja.   Akan tetapi dia termasuk beberapa gelintir perempuan Indonesia yang sukses sebagai wirausaha. Terlebih bidang usahanya itu di bidang perikanan laut, dan jasa transportasi udara.  Suatu bisnis yang biasanya jarang dilirik oleh kaum perempuan di Indonesia.
Bisa jadi pertimbangan Jokowi mengangkat Susi Pudjiastuti sebagai punggawanya di bidang tersebut, karena pengalaman dan kesuksesan Susi sebagai pengusaha. Sementara masalah jenjang pendidikan formal yang hanya tamat SMP, sama sekali tidak dipersoalkan oleh Jokowi.
Tampaknya masalah ini pula yang saat ini ramai dibicarakan.  Bahkan sampai ada yang mengatakan Jokowi ‘ngaco’ karena mengangkat Susi Pudjiastuti sebagai menteri. Dan terkesan seolah Jokowi telah menyepelekan pendidikan itu sendiri. Malahan tidak menutup kemungkinan akan memunculkan conflict of interest.
Bagaimanapun Susi sebagai pengusaha di bidang eksploitasi hasil laut, mungkin saja urusan bisnisnya dicampurbaurkan dengan urusan negara.
Begitu.
Apalagi sebelumnya Jokowi begitu getol menggembargemborkan Revolusi Mental-nya.  Selain membasmi korupsi di birokrasi, program tersebut akan dimasukan ke dalam kurikulum pelajaran di setiap jenjang sekolah.  Artinya Presiden ke-7 ini masih menganggap penting masalah pendidikan. Bahkan sebagaimana saat menjabat Gubernur DKI, jokowi pun telah melunjurkan KJP (Kartu Jakarta Pintar) untuk mendorong generasi muda menggapai pendidikan tinggi.
Memang di satu sisi pemerintah dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 Bab II Pasal 3 menegaskan bahwa : “pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnyapotensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepadaTuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggungjawab”.
Dalam hal ini mungkin saja Jokowi melihat sosok Susi sudah memiliki kemandirian, kreatif, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab, meskipun hanya lulusan SMP juga. Pengalaman sekitar 31 tahun dalam berwirausaha, ditambah dengan memimpin ratusan – bahkan mungkin ribuan karyawan di berbagai perusahaan miliknya, Jokowi meyakini Susi pun akan bisa mampu memimpin kementerian tersebut.
Akan lebih baik kita tunggu saja perkembangan selanjutnya. Walaupun sesungguhnya pekerjaan pemerintahan tidak bersifat coba-coba, tapi di dunia ini tokh tak pernah ada yang sempurna. ***
Share:

Blog Archive